Tag

, , , ,

gate of kumoh

gerbang masuk Kumoh National Institute of Technology

Seminggu kemarin mendapat kesempatan berkunjung ke KIT, Kumoh National Institute of Technology. di Gumi, Korea Selatan. Kampusnya sangat rapi dipenuhi dengan pohon cherry dan cemara dengan arsitektur bangunannya mirip dengan kampus2 di US, kotak dan desain bata-nya untuk memberi corak khas. Desain gedung-nya pun seperti sudah direncanakan sejak awal, tidak ada kabel listrik dan jaringan yang malang melintang, pendingin dan pemanas sudah terpasang rapi di langit2 ruangan. Mahasiswa pasca juga disediakan perangkat kerja yang sangat bagus dan lengkap.

Sayangnya saya belum sempat melihat festival cherry blossom yg katanya sekitar akhir Maret – awal April. Tapi sudah ada beberapa pohon cherry yg bunganya sudah mekar. Sepertinya memang akan bagus banget kalau seluruh kampus dihiasi dengan bunga cherry.

cherry blossom

bunga cherry yang telah mekar

cherry pathway kumoh

jalan setapak yg dihiasi pohon cherry

Di KIT dikenal istilah Department dan School yang ternyata posisinya setara. School membawahi beberapa major yang masih dalam kelompok keahlian, sementara Department membawahi 1 major saja yg biasanya major baru hasil gabungan dari beberapa major yg telah ada, sehingga jauh lebih fokus (atau mungkin justru melebar?). Sebagai contoh, School of Electronics Engineering membawahi beberapa major, sementara Department of ICT Convergence membawahi 1 major yaitu ICT Convergence, namun bidang keahlian yang dibahas sebenarnya gabungan dari beberapa major, spt biomedic, AI, electronics, robotics, IoT, dll.

School dan Department diketuai oleh seorang Dean (Dekan) yang sepertinya semuanya adalah profesor. Dan yg menarik juga, IO (International Office) juga diketuai oleh seorang Dean. Di sana, Associate Professor juga menggunakan title “Professor” di kartu namanya.

Kebetulan saya berinteraksi dengan School of Electronics Engineering, jadi saya lebih banyak bermain di Digital Building dan Techno Building. Apalagi tujuan saya ke sana adalah untuk mengantar mahasiswa yang mengikuti program student exchange selama 1 semester. Oiya, semesteran di sana ternyata hanya 4 bulan, yaitu Maret-Juni dan September-Desember. Biasanya mereka juga menyelenggarakan Summer School dan Winter School untuk mahasiswa international.

Yang menarik dari para profesor yang saya ajak interaksi adalah mereka sangat ramah dan open minded untuk menerima ide2 dari luar. Bahkan penjual di convenient store dan warung2 makan juga sangat ramah, tersenyum pada customer dan menanyakan apa yg bisa mereka bantu. Berbeda dengan di Singapore yg penjualnya jarang tersenyum dan jika customer bertanya2 mereka malahan jadi cemberut, mungkin inginnya “choose, pay, and next customer please” aja  🙂

Selain ramah, mereka juga memiliki kesamaan dengan Singapore, yaitu sangat bangga dengan kebangsaannya. Mereka bangga menjadi bangsa Korea, bangga telah berhasil membawa Korea menjadi negara yg kuat ekonomi dan budayanya. Bangga, sehingga mereka hanya mau menggunakan produk buatan Korea.

Bagaimana dengan kita?
Apakah kita sudah bangga menjadi bangsa Indonesia?