Membangun Rangkaian Elektronik dengan Tinkercad dari Autodesk

Tag

, , ,

digital clock using arduino at tinkercad from autodesk

Jaman kuliah dulu kalau mau bikin rangkaian elektronik ya harus dibikin beneran dengan komponen langsung. Belum ada emulator buat mendesain dan mengetes apakah rangkaian elektronik bisa berjalan atau tidak.

Saat ini semua sudah dimudahkan dengan adanya SPICE buat mendesain dan mengetes rangkaian elektronik analog, spt misalnya amplifier dan filter. Sementara untuk mendesain rangkaian elektronik digital, kita bisa menggunakan Tinkercad dari Autodesk (https://www.tinkercad.com). Meskipun daftar komponen di Tinkercad cukup terbatas, namun sudah cukup untuk belajar dan bermain mendesain rangkaian sederhana. Dan yg membuatnya lebih menarik adalah adanya komponen Arduino sebagai development board berbasis mikrokontroler Atmel.

Gambar di atas menunjukkan desain jam digital dengan bantuan Arduino Uno. Desain ini saya buat untuk membantu teman yg ingin membuat sendiri jam digital untuk gereja. Rangkaian lengkapnya bisa dicoba di sini (perlu login terlebih dahulu untuk mensimulasikan rangkaian ini):

https://tinkercad.com/things/k1uhp8IrAko

Cara kerjanya adalah sbb:

  1. Di dalam Arduino dilakukan counting detik dari 0 sampai 86400 (1 hari)
  2. Setiap detik Arduino mengirimkan angka “detik”, “menit”, dan “jam” secara serial dan bertingkat ke deretan SIPO (Serial In Parallel Out) 74HC595
  3. Setelah semua angka terkirim, Arduino mengirimkan sinyal “latch” untuk membuka SIPO 74HC595 sehingga output parallel-nya terbuka dan dapat digunakan untuk menyalakan seven segment
  4. Ulangi ke langkah 2

Berikut source code Arduino Uno-nya:

int digit[] = {
// xgfedcba (x = not used)
B11000000,   // 0
B11111001,   // 1
B10100100,   // 2
B10110000,   // 3
B10011001,   // 4
B10010010,   // 5
B10000010,   // 6
B11111000,   // 7
B10000000,   // 8
B10010000}; // 9

//Pin connected to ST_CP of 74HC595
int latchPin = 10;
//Pin connected to SH_CP of 74HC595
int clockPin = 8;
//Pin connected to DS of 74HC595
int dataPin = 0;

void setup()
{
pinMode(latchPin, OUTPUT);
pinMode(clockPin, OUTPUT);
pinMode(dataPin, OUTPUT);
}

void loop()
{
int i,hari;
int time[6];

for(hari=0; hari<1825; hari++)
{
for(i=0; i<86400; i++)
{
time[0] = (i/36000);       // Hour
time[1] = (i/3600)%10; // Hour
time[2] = (i/600)%6;     // minute
time[3] = (i/60)%10;     // minute
time[4] = (i/10)%6;       // second
time[5] = i%10;             // second

digitalWrite(latchPin, LOW);
shiftOut(dataPin, clockPin, MSBFIRST, digit[time[4]]);
shiftOut(dataPin, clockPin, MSBFIRST, digit[time[5]]);
digitalWrite(latchPin, HIGH);

delay(1000);
}
}
}

Selamat berkreasi

Pranayama, Teknik Pernafasan yang Sangat Berguna

Tag

, , , ,

Pernah nonton film Incredible Hulk? Dalam suatu adegan, Bruce Banner berlatih teknik pernafasan untuk mengontrol emosi agar tidak berubah menjadi Hulk. Teknik pernafasan tersebut bersumber pada Pranayama (https://en.wikipedia.org/wiki/Pranayama) dimana Prana berarti kekuatan kehidupan (nafas) dan Ayama berarti mengatur.

Pranayama menjadi pondasi dasar saat melakukan Yoga, dimana sebelum memulai, selama melakukan, dan saat mengakhiri Yoga selalu diikuti dengan pengaturan nafas. Pengaturan nafas pada Pranayama dapat dilihat dari aspek waktu (timing, atau kapan menarik nafas dan berapa lama, kapan menahan nafas dan berapa lama, dan kapan menghembuskan nafas dan berapa lama) dan aspek ruang (space, atau lewat mana menarik dan mengeluarkan nafas, termasuk juga bagian badan mana (paru-paru atau perut) yg digunakan untuk menarik nafas).

Teknik Pranayama yg biasa saya pakai (karena paling sederhana) adalah menarik nafas dengan cepat (bisa pilih lewat salah satu lubang hidung), tahan nafas sekitar 3 detik, lalu hembuskan nafas lewat mulut dengan sangat perlahan. Hal ini diulang2 terus sampai badan terasa segar dan pikiran menjadi tenang. Jika dirasa lebih nyaman, bisa diiringi dengan mantram “Om Ang Namah” saat menarik nafas, “Om Ung Namah” saat menahan nafas, dan “Om Mang Namah” saat menghembuskan nafas.

Foto di atas diambil saat saya melakukan Pranayama di puncak Gunung Batur di Bali, udara yg bersih dan segar (sekaligus dingin) dan diterpa sinar matahari pagi, sungguh membuat badan dan pikiran menjadi fresh kembali  🙂

Jadi pingin balik lagi ke sana, apalagi sekarang sudah ada jalan setapaknya yg mudah untuk dilalui oleh pemula. Tidak seperti 30 tahun lalu saat mendaki Gunung Batur masih seperti wall climbing karena harus berpegangan di batu2 karang yg tajam.

Kenapa Area Merokok ada di Teras?

Tag

, ,

Merokok adalah hak yg harus dihormati, sama halnya dengan keputusan untuk tidak merokok juga adalah hak yg harus dihormati.

Alasan tersebut yg sering dipakai oleh restoran atau cafe untuk menyediakan dan memisahkan area untuk pelanggan yg merokok dan yg tidak merokok, selain mungkin juga semata2 karena ingin merangkul pelanggan sebanyak2nya. 🙂

Tapi kok ya kenapa dan mengapa ruang merokok di cafe itu selalu diberi tempat yg cool dan asyik ???

Contoh aja kedai kopi Starbucks, ruang merokoknya selalu di teras yg menghadap ke jalan besar. Tau sendiri kan, Starbucks selalu membuka gerainya di tempat yg strategis, jadi teras yg menghadap ke jalan benar2 menjadi ruang yg asyik buat nongkrong. Sementara yg tidak merokok kebagian di dalam, ruang tertutup, dan pakai AC.

Contoh lainnya Pizza Hut, ruang merokoknya juga di teras luar dan sering kali di bawah tenda. Jadi ingat kafe2 pinggir jalan di eropa yg asyik banget buat nongkrong.

He..he… saya memang nda suka pakai AC  🙂

Gambar di atas diambil di sebuah cafe di Bandung, kopi-nya enak, ala melayu gitu. Dan spt biasa, ruang merokok-nya disediakan di teras yg menghadap ke jalan, dengan dikelilingi tumbuhan perdu untuk mempercantik suasana. Sayang sekali kalau dijadikan tempat abu rokok sekaligus puntungnya  😦

Kenapa area merokok selalu dapat tempat buat nongkrong yg asyik ya?

Pingin Liburan ke Pantai Pangandaran?

Tag

, , ,

mancing di pantai pangandaran

Mau cerita dikit pengalaman kemarin liburan ke pantai Pangandaran.

Udah pernah ke pantai Pangandaran? Tempatnya bagus lho, masih banyak tempat2 yg masih alami. Dibanding dengan pantai2 di Bali, pantai Pangandaran masih banyak yg alami, namun sepertinya tidak lama lagi akan seperti Bali, kehilangan kealamiannya 🙂

Berangkat jam 12 malam dari Bandung dengan naik bis (acara family gathering kampus, jadi ya rame2an pake 4 bis). Seperti biasa, kalau udah di bis pasti saya tidur dengan sukses dan (ter)bangun pukul 04.30 karena bis berhenti untuk memberikan kesempatan untuk sembahyang dan sekaligus meluruskan kaki. Lanjut lagi pukul 05.15 akhirnya bisa sampai di Batu Karas pada pukul 08.15. Turun dari bis sudah diworo2 agar segera sarapan dan kemudian ngumpul untuk foto bersama dan mengikuti fun game. Tapi berhubung saat sedang sarapan malahan hujan, akhirnya peserta main sendiri2 di pantai  🙂

Di pantai Batu Karas pasirnya hitam dan halus, ditambah tidak ada karang2 dan pecahan2 kerang sehingga nyaman untuk bermain di pantai. Kebetulan ombaknya lagi besar jadi sangat asyik buat bermain dg mini surfboard. Anak2 sungguh menikmati main mini surfboard dgn biaya sewa Rp 15rb sepuasnya (tanpa batas waktu), apalagi banyak teman2 sebayanya.

Kagum dengan anak2 yg bermain tanpa peduli siapa teman2nya. Nda milih2 teman, itu prinsip mereka, sepanjang asyik untuk diajak main  🙂

Bermain selama 3 jam di Batu Karas sudah sangat cukup, bisa main mini surfboard, heboh bikin istana pasir yg ujung2nya jadi lebih mirip cake ulang tahun, termasuk insiden mesen teh manis panas yg rasanya aneh dan pemilik warung-nya sampai berulang2 minta ijin untuk mengganti tehnya  🙂

Lanjut makan siang di pasar ikan, menu-nya cukup lengkap tapi sepertinya karena terburu2 (bayangin aja nyiapin makan siang buat 190 orang yg kelaparan) jadinya seafoodnya ada beberapa yg kurang bersih. Abis makan siang, langsung menuju hotel yg ternyata langsung di sebelah pasar ikan  🙂

Masuk ke lobby hotel sudah kaget, kok berani bikin hotel sebagus ini di pantai Pangandaran ya? lobby-nya sangat luas dan terang dengan adanya taman kaktus dan kursi dan meja dari kayu utuh yg luar biasa besar, tentunya harganya sudah ratusan juta sendiri. Kamar hotelnya juga luas, sepertinya sekitar 35 m2. Dengan 2 bed besar untuk keluarga besar (2 orang tua + 2 anak2). Kebetulan dapat kamar yg menghadap ke pantai barat. Sayangnya pantai bagian barat tidak bisa dipakai untuk berenang karena ombaknya besar, pantai-nya juga cuma seiprit, dan masih banyak terlihat sampah2 plastik. Biasanya memang pantai bagian timur yg buat bermain2, karena pantainya luas dan ombaknya nda besar.

Alhasil seharian di hotel saja karena sudah kecapekan bermain di Batu Karas. Dan sekali lagi terkagum2 dengan daya tahan anak2, yg meskipun capek tapi begitu ada yg ngajak main di kolam renang hotel, langsung aja diiyakan  🙂

Besok pagi2, saya yg akhirnya bisa bersenang2 dengan memancing  🙂

Setelah sebelumnya membeli umpan udang di pasar ikan yg sebelah hotel, pagi2 jam 04.45 sudah bertengger di dermaga kecil yg aslinya buat orang2 yg ingin main water sport. Lumayan dingin karena hujan gerimis dan angin yg luar biasa kencang. Dan ternyata tidak sia2 memancing di pagi hari !

Bukan, bukan karena ikan, tapi karena bisa menikmati matahari terbit.

Trus ikannya? nda dapat  😀

Kalau liat pantai Pangandaran, sepertinya tidak lama lagi akan berubah seperti pantai2 di pulau Bali. Ramai dan menawarkan berbagai pilihan rekreasi spt water sport. Namun sayangnya bagi saya hal ini justru kemunduran, karena saya suka pantai yg masih asli, apalagi water sport mengganggu habitat laut termasuk ikan jadi menjauh karena takut mendengar deru mesin perahu yg cukup bising. Jadi inget tawaran snorkeling di Benoa Bali yg sangat mengecewakan karena tempatnya hanya 3×3 meter2 dan bukan karang beneran tapi buatan. Ikan2nya juga tidak berwarna-warni, jauh dibanding dengan di pulau Menjangan yg untungnya sampai saat ini masih cukup terjaga keasliannya.

Selain itu, jalan menuju ke pantai Pangandaran semestinya diperbesar karena jika ada 2 bis besar berpapasan maka jalannya terasa cukup sempit.

5 tempat minum kopi dan roti enak di Bandung

Tag

, , , , , ,

Sudah beberapa tahun terakhir ini saya jadi suka minum kopi. Biasanya beli sendiri kopi dalam bentuk biji lalu digiling manual (yg pake gerigi itu, tanpa listrik). Setelah digiling, langsung dituang air mendidih separuh cangkir, diaduk 10x lalu ditambahkan lagi air mendidihnya. Selanjutnya langsung dinikmati. Iya, tanpa gula  🙂

Tapi kalau lagi malas bikin kopi sendiri, berikut ada beberapa tempat yg menjual kopi yg menurut saya enak. Dan jangan lupa, kopi (n) enaknya kalau ada temannya, bisa roti atau cemilan lainnya. Kalau teman ngopi (v) ya tentu dengan orang2 yg kita sayangi  🙂 Jadi daftar berikut mencakup tempat yg menjual cemilan enak buat teman kopi. Daftar diurutkan berdasarkan dari yg paling recommended:

  1. Two Cents, kopi-nya jelas yg paling enak bagi saya. Menu andalan saya di sana adalah magic dan piccolo. Kalau untuk cemilannya saya kurang rekomendasi karena bagi saya masuk kategori kemanisan. Catatan: beberapa kali datang ke sana pada hari Minggu, sptnya barista-nya beda sehingga rasa magic dan piccolo-nya jadi jauh berkurang.
  2. Blue Doors, kopi-nya enak namun lumayan keras (banyak kafeinnya). Magic juga menjadi andalan menu saya di sana.
  3. Starbucks 🙂 iya, ada kopi enak juga lho di sini. Es kopi hitam yg dibikin khusus dgn tangan barista, dibuat dari biji yg berasal dari berbagai belahan dunia. Yang saya rekomendasikan yg berasal dari Kolombia. Sayangnya nda semua gerai Starbucks menjual menu kopi ini, yg pernah saya cek adanya di PvJ dan Buah Batu (masih enakan yg di PvJ sih).
  4. Bellamie, di sini rotinya enak dan harganya juga standar (tidak mahal, worth it lah buat roti yg enak). Kopi-nya tidak saya rekomendasikan, karena standar banget. Menu roti yg saya rekomendasikan adalah danish banana, bagel, dan ciabatta. Catatan: nyari parkirnya susahnya minta ampun
  5. Mom’s Bakery, di sini roti gandum-nya terkenal. Apalagi menu sandwich-nya, enak banget. Kopi-nya standar banget

Saya bukan pecandu kopi, namun saya bisa ngerasa kopi membantu saya menjadi rileks sehingga bisa berpikir. Kalau masalah tidur sih nda pernah terganggu, meskipun minum kopi kalau udah jam-nya tidur ya tidur aja  🙂

Ada tambahan lainnya?
Biar bisa saya cobain kopi dan/atau roti-nya

Di mana tempat asyik buat menghabiskan waktu di Bali?

Tag

, , , , , , ,

sunset di pantai kuta

Meskipun sudah belasan tahun tinggal di Bali semenjak SD sampai SMA, tapi baru kali ini mengajak keluarga liburan di Bali dengan agenda “benar2 liburan”  🙂
soalnya selama ini kalau liburan di Bali paling cuma main ke rumah sodara, dan kadang2 main di pantai barang 1-2 jam.

Berikut beberapa tempat asyik buat ngabisin waktu kalau liburan di Bali:

  1. Dua hari pertama menginap di hotel Aston Kuta, karena jaraknya yg sangat dekat dengan pantai Jerman (bersebelahan dengan pantai Kuta). Bangun pagi nda usah mandi langsung ke pantai dan bermain pasir dan air di sana sembari berjalan kaki sampai ke pantai Kuta. Di pantai Jerman kita bisa menyewa jukung (perahu tradisional Bali) yg sudah menggunakan tenaga dorong dengan mesin jet. Dengan harga Rp 200rb kita sudah bisa naik jukung muter2 pantai selama 45 menit dan minta turun di pantai yg berhadapan dengan Discovery Mall.
  2. Di Discovery Mall kita bisa mencicipi es krim dan gelato Cold Stone, meskipun ada pilihan lain spt Haagen Daz dan Baskin Robins (saya pilih Cold Stone karena lebih murah). Saya rekomendasikan Flapjack’s, mantap gelatonya. Kalau lupa bawa sendal atau kacamata item, bisa juga beli di Discovery Mall.
  3. Tapi kalau mau yg murah meriah saya sarankan beli di pasar seni Kuta yg hanya berjarak 300 meter dari Discovery Mall. Di pasar seni Kuta, kita bisa beli sendal pantai, celana pantai, topi jerami, dll dengan harga yg murah (asalkan berani nawar). Saya beli celana pantai 8 buah dan 1 topi jerami dengan harga Rp 250rb.
  4. Di pantai Kuta juga ada warung yg menjual sate babi, enak meskipun sedikit pedas. Menu yg tepat untuk sarapan sambil minum bir dingin. Sayang hanya bir Bintang saja yg tersedia di sana, tidak ada Heineken. Akhirnya diputuskan minum es kuud (degan) saja untuk menemani sate babi pedasnya.
  5. Dari pantai Kuta kita juga bisa menyewa jukung untuk berlayar ke pantai Padang-Padang. Pantai yg sangat asyik, pasir pantainya lembut dan ketinggian airnya juga enak (tidak mendadak dalam) dengan air yg hangat juga. Sayangnya perjalanan naik jukung dari pantai Kuta ke pantai Padang-Padang memakan waktu 45 menit yg cukup lama untuk anak2 karena sampai di pantai Padang-Padang sudah pada basah kuyup kedinginan  🙂
  6. Untuk water sport, banyak tersedia pilihan spt snorkeling, glass bottom boat, parasailing, adventure parasailing, banana boat, dan jet ski. Lokasinya di tanjung Benoa, namun biayanya sudah mencakup antar jemput di hotel Aston Kuta. Saya pesan Rp 1,2jt untuk paket keluarga snorkeling + glass bottom boat + pulau penyu, ditambah dengan adventure parasailing untuk 2 anak. Untuk snorkeling dan glass bottom boat tidak saya rekomendasikan karena lokasi ikannya sangat kecil dan ikan2nya pun sangat sedikit dan tidak berwarna-warni. Tapi wisata di pulau penyu lumayan menarik. Sedangkan adventure parasailing lumayan mendebarkan karena dari pantai harus naik boat kecil yg super ngebut (sementara saya tidak kebagian tempat duduk dan tangat penuh memegang barang2 milik anak2 sehingga tidak bisa memegang perahunya) untuk kemudian dioper ke boat besar dimana kita bisa bermain adventure parasailing (naik dan turun di atas boat, jadi nda akan basah kuyup tercebur di laut spt halnya parasailing biasa)
  7. Untuk water sport, saya rekomendasikan Pandawa Sport di tanjung Benoa, karena tempatnya lebih sepi, staf-nya lebih ramah dan nda terburu2, juga pantai-nya lebih luas. Di Pandawa Sport kita juga bisa menyewa perahu untuk diantar ke lokasi memancing. Perahu-nya cukup lebar (2 meter) dengan atap jadi cukup nyaman untuk berlama2 di perahu. Biaya sewa perahu, alat2 pancing beserta umpan dan guide-nya hanya Rp 1jt untuk 6 jam.
  8. Selain water sport via tour guide, kita juga bisa bermain kano. Pantai Pandawa lokasi yg enak untuk bermain kano, karena tidak terlalu ramai, pantainya luas, juga kano-nya cukup besar, bisa memuat 2 orang. Sementara di pantai Sanur dan Mertasari hanya tersedia kano kecil yg hanya bisa memuat 1 orang saja. Biaya sewa kano di pantai Pandawa sebesar Rp 50rb sepuasnya, sementara di pantai Sanur dan Mertasari hanya Rp 15rb sepuasnya.
  9. Bosan dengan pantai? bisa sewa mobil Innova + driver + bensin dengan biaya Rp 800rb per 12 jam. Karena dibatasi waktu, maka penentuan rute menjadi penting. Saya rekomendasikan beberapa rute berikut:
    1. start dari Denpasar pukul 08.00, dimulai dengan mengunjungi Bali Bird Park pada pukul 09.00. Tiket untuk wisatawan lokal berbeda dengan wisatawan mancanegara, apalagi kalau punya KTP Bali dapat diskon tambahan. Di Bali Bird Park cukup menghabiskan waktu 2,5 jam saja, jangan lupa foto dengan burung2 eksotis spt kakaktua, betet, dan makau. Berangkat dari Bali Bird Park jam 11.30 makan siang di Warung Lesehan 2M yg menyediakan menu Bali spt jukut (sayur) undis yg sepat, segar, dan gurih. Setelah makan siang, bisa lanjut ke:
      1. Bali Zoo untuk liat2 binatang eksotis dan juga bisa naik gajah dengan biaya tambahan (Rp 300rb per orang). Saya pribadi sih lebih suka ke Bali Bir Park, karena khusus burung sehingga fokus dan koleksinya banyak
      2. muter2 di Ubud jika ingin belanja pernak-pernik unik. Di Ubud juga ada alternatif makan siang spt Nasi Kedewatan Bu Mangku atau Iga Bakar (B2) Nuri
      3. Batur Natural Hot Spring, Toyabungkah untuk berendam di mata air panas sambil melancong ke Trunyan. Sedikit catatan, sebaiknya kalau ke Trunyan lewat hotel saja, Rp 1,2jt untuk 1 boat (max 7 orang) agar lebih nyaman karena sudah mencakup semua biaya (termasuk biaya “dadakan”)
      4. Perjalanan pulang bisa mampir ke Guwang untuk belanja oleh2 Bali spt lukisan, baju, topi, ukiran, dan pernak-pernik Bali. Jangan lupa menawar ya agar mendapat harga (jauh) lebih murah
    2. start dari Denpasar pukul 08.00, dimulai dengan sarapan di warung Bu Kadek di Gatsu Barat yg menyajikan menu B2 dan betutu atau bisa juga sarapan di Nasi Lukluk dengan menu B2 nya juga yg segar merangsang. Lanjut perjalanan menuju Danau Bratan tapi sebelumnya mampir di Mengwi untuk beli sate babi manis buat cemilan selama perjalanan. Di sekitaran Danau Bratan, kita bisa melihat 2 tempat, Kebun Raya Bedugul atau Pura Ulun Danu. Juga bisa menyewa perahu untuk muter2 danau. Setelah puas, siangnya bisa makan di Cafe Tahu Baturiti dan lanjut perjalanan ke Tanah Lot sambil menunggu sunset atau jika bosan bisa lanjut ke Pantai Pandawa di Nusa Dua sampai sore.

Lain kali mau nyoba mancing lagi ah, yg kemarin salah pancing karena tali-nya terlalu kecil sehingga putus terus saat menarik ikan besar.

Selamat berlibur di Bali  🙂

 

Bedanya berkendara di Bali dan di Bandung

Tag

,

Setelah 10 hari berlibur di Bali, akhirnya harus kembali ke kenyataan (tanggung jawab, pekerjaan, etc.). Naik pesawat paling pagi, sampai di Bandung cukup surprise juga karena taksi bandara sudah menggunakan argo, tidak lagi pakai patokan harga seperti sebelumnya. Dan hasil akhirnya memang jadi lebih murah dari sebelumnya, meskipun ada tambahan Rp 10.000 untuk surcharge + biaya tunggu di bandara.

Surprise kedua terjadi saat menyetir mobil yg dititipkan di kantor untuk menuju ke rumah. Setelah 10 hari di Bali menyetir mobil, cukup membuat tersenyum juga melihat kembali cara berkendara di Bandung. Padahal belasan tahun menyetir di Bandung baru kerasa bahwa menyetir di Bandung itu cukup membuat deg2an dan dapat tertular penyakit naik darah  🙂

Beberapa contoh perbandingan menyetir mobil di Bali dan di Bandung hasil pengalaman pribadi. Silahkan diperiksa apakah ini di Bali atau di Bandung:

  1. Saat mobil menunggu lampu merah di jalan yg 2 jalur, sepeda motor ikut mengantri dan tidak mengambil jatah jalur yg berlawanan arah
  2. Saat mobil mengantri lampu merah, meskipun ada ruang antara mobil dan pinggir jalan, mobil lain tetap tidak memaksa masuk ke ruang tsb
  3. Saat mobil mengantri karena macet, hanya 1x terlihat sepeda motor yang menggunakan trotoar
  4. Saat mobil ingin berbelok, sepeda motor di sebelahnya otomatis berhenti untuk memberi kesempatan mobil berbelok

Sepertinya memang masyarakat di Bali sudah terbiasa untuk tidak terburu2 di jalan, bahkan ada pepatah “waktu tidak berlaku di Bali, semua bergerak dengan sangat lambat”  🙂

Bagaimana orang Bali menjaga lingkungannya

Tag

, , , ,

Hari ini dimulai liburan di Bali. Menginap gratis di hotel pinggir pantai Kuta, pagi ini langsung berjalan kaki dari hotel ke pantai yg hanya berjarak sekitar 200 meter saja. Sampai di pantai, bermain di pasir, bermain dengan kepiting dan kumang, berendam untuk ikut bermain dengan gelombang air, dan menikmati puluhan tusuk sate b2 sebagai menu sarapan sehat dan menghangatkan badan  🙂

Tiba2 anak berbisik minta naik perahu jukung, dan tetiba juga 5 menit kemudian ada bapak yg menawarkan jasa naik perahu jukung. Ngobrol2 akhirnya untuk wisatawan lokal + asli Bali, dapatlah harga yg bersahabat untuk 15 menit naik perahu jukung. Kedua anak puas, istri senang, bapak juga senang  🙂

Akhrnya janjian untuk sewa perahu jukung buat ke pantai Padang-Padang buat sore harinya. Ternyata perjalanan cukup jauh sampai anak2 pada bosan karena airnya terlalu tenang (udah pada ngebayangin kayak Moana aja)  🙂

Ternyata pantai Padang-padang sangat bagus, cuma sangat ramai. Mungkin karena pantai ini satu dari sedikit pantai di Bali yg masih terbuka untuk umum. Sudah cukup banyak pantai di Bali yg jadi milik private, entah hotel, villa atau restoran. Hanya pengunjung atau tamu hotel/villa/restoran tsb yg boleh masuk ke pantai private tsb. Pasir di pantai Padang-Padang sangat halus, ombaknya juga sangat bersahabat untuk anak2. Sampai bisa membuat istana pasir yg cukup besar.

Sepulangnya dari pantai Padang-Padang, kami melewati terumbu karang yg cukup luas dan juga airnya dangkal karena sedang masa surut. Ketika sampai di terumbu karang, driver perahu jukung langsung mematikan mesin motor-nya dan turun dari perahu untuk perlahan2 dgn sangat hati2 mendorong perahu agar bisa melewati terumbu karang tanpa merusak terumbu karangnya. Driver sangat hapal di mana harus melangkah agar yg diinjak adalah bagian berpasir, bukan terumbu karangnya.

Luar biasa sekali orang Bali, demi menjaga terumbu karang rela turun dari perahu jukung dan mendorongnya perlahan2. Salut !

Sampai di pantai, ngobrol2 dgn ahli tato, ternyata driver tsb adalah putra pemangku pura di Kuta.

Taksi Online dan Taksi “Tradisional”

Tag

, ,

mybluebird

Nda tau kenapa taksi yg menyediakan media panggil melalui aplikasi smartphone dibilang taksi online sementara taksi yg menyediakan media panggil melalui call center via phone dibilang “tradisional”, padahal saat ini taksi yg disebut “tradisional” tersebut, misalnya Blue Bird, sudah menyediakan media panggil melalui aplikasi smartphone.

Sebenarnya udah sejak lama taksi online beredar dan dari berita sering pula “berselisih” dengan taksi “tradisional” yang sudah beredar jauh sebelumnya. Bahkan di beberapa lokasi spt bandara, hotel dan mall yg sudah “dikuasai” oleh hanya 1 taksi “tradisional” dengan tegas menolak adanya taksi online yg datang untuk menjemput pelanggan. Hal ini juga berlaku untuk ojek, antara ojek pangkalan dengan ojek online.

Sudah banyak sekali rekan kerja, mahasiswa, bahkan istri sendiri yg menggunakan jasa taksi online. Tapi kok ya saya masih tetap enggan pakai taksi online dan tetap pakai yg tradisional, panggil ke call center untuk dicarikan taksi yg terdekat dan available. Istri sendiri sampai “gemas” melihat saya yg enggan pakai taksi online, padahal jauh lebih murah dan mobilnya juga lebih bagus (baca: baru).

Alasan saya juga tradisional, saya tetap lebih memilih yg tradisional karena beberapa pertimbangan:

  1. ada rasa “percaya” dengan armadanya karena kantornya jelas ada di mana;
  2. ada rasa “percaya” dengan drivernya karena menggunakan seragam yg jelas dan kartu anggotanya terpampang dengan jelas di dashboard;
  3. ada rasa “percaya” dengan mobil-nya karena warna dan atributnya jelas;
  4. ada keinginan untuk berbagi rejeki karena nda tega dengan tarif yg diberikan taksi online yg menurut saya terlalu murah.

Selain itu juga karena pernah punya pengalaman kurang asyik ketika dipaksa istri untuk naik ojek online buat ngajar di kampus, karena buru2 dan motor sedang bermasalah akhirnya untuk pertama kalinya mengiyakan menggunakan jasa ojek online. Driver datang dengan cepat dan langsung menembus perjalanan tapi ternyata di tengah perjalanan yg melewati perumahan (biar nda kena macet) bensinnya abis  🙂

Untunglah ada ojek tradisional yg dengan tulus menawarkan bantuan mengantar saya ke kampus sehingga bisa datang di kelas tepat waktu.

Persyaratan Perpanjangan Paspor (day 3)

Tag

,

Sebenarnya ngurus perpanjangan paspor hanya 2 hari, hari pertama ambil formulir, isi formulir, foto, dan bayar di bank. Selanjutnya hari kedua hanya tinggal mengambil paspor barunya. Di judul saya tulis “day 3” karena hari pertama hanya buat nanya2 prosedur dan persyaratan yg harus dibawa.

Ngambil paspor lebih mudah, namun ada tipsnya:

  1. antrian ambil paspor baru dibuka jam 10.00 dan mengambil paspornya sendiri baru mulai jam 13.00.
  2. sebaiknya datang ambil antrian jam 14.00 saja karena waktu tunggu sangat cepat jadi datang jam 14.00 biasanya jam 14.30 sudah selesai.
  3. saat ambil antrian, serahkan bukti bayar dari bank dan lembar tagihan yg ada barcode (diberikan di hari pertama setelah foto)

Finish.