Teka-teki Anak-anak untuk Uji Logika

Tag

, , ,

Kemarin malam sambil menemani anak2 bobo setelah sembahyang, untuk memancing anak2 mau bercerita tentang kejadian2 saat di sekolah, saya coba menghangatkan suasana dengan sedikit joke:

Papa: (dengan raut wajah serius dan sedikit tegang) Angga, Papa mau ngomong serius sama Angga!
Angga: (jadi ikut2an serius) iya Pa? kenapa Pa?
Papa: Serius
Angga: iya Pa, mau ngomong apa?
Papa: iya itu, Papa mau ngomong “S-E-R-I-U-S”
dan semuanya pun tertawa ngakak  😀

Setelah ngobrol tentang sekolah, Angga tiba2 berkata:

Angga: (dengan tampang sedih) Pa, Angga punya berita buruk dan berita baik. Papa mau denger yg mana dulu?
Papa: yang buruk dulu aja
Angga: berita buruknya, Angga lupa
Papa: lupa apa?
Angga: iya itu, Angga lupa apa berita buruknya (sambil nyengir)
Papa: (sambil tersenyum) trus berita baiknya apa?
Angga: berita baiknya, tidak ada berita buruk
dan semuanya tertawa kembali  😀

Setelah itu saya jadi teringat beberapa teka-teki masa anak2 jaman dulu yg sebenarnya juga menguji kemampuan logika dan matematika. Ini beberapa teka-teki anak2 jaman dulu yg hampir semua bisa dijawab oleh anak2:

  1. Q: Jika mama membutuhkan 1 menit untuk merebus 1 telor, berapa menit waktu yg dibutuhkan mama untuk merebus 3 telor?
    A: Kebanyakan anak2 akan menjawab 3 menit, tapi jawabannya adalah 1 menit juga karena 3 telor bisa direbus bersamaan
  2. Q: Seorang petani mengajak musang, ayam, dan beras untuk menyebrang sungai. Sayangnya perahu yg digunakan hanya bisa mengangkut 2 penumpang yg salah satunya adalah petani. Jika musang ditinggal berdua dgn ayam, maka musang akan memakan ayam. Jika ayam ditinggal berdua dgn beras, maka ayam akan memakan beras. Bagaimana urutan yg harus diseberangkan petani agar musang, ayam, dan beras sampai di seberang dgn selamat?
    A: pertama2 petani mengajak ayam menyeberang (musang tidak mau memakan beras). Lalu petani kembali dan menjemput musang untuk diseberangkan, tapi saat kembali untuk menjemput beras, petani mengajak ayam kembali ke lokasi awal. Lalu petani membawa beras ke seberang dan kembali lagi untuk menjemput ayam.
  3. Q: Ada sebuah bak mandi kosong yg volumenya sangat besar. Bak mandi ingin diisi dengan 4 liter air dengan menggunakan gayung A = 3 liter dan gayung B = 5 liter dengan sumber air dari keran. Bagaimana caranya mengisi 4 liter air dengan gayung A = 3 liter dan gayung B = 5 liter?
    A: pertama2 gayung A yg berisi 3 liter dituang ke bak mandi (sekarang bak mandi berisi 3 liter). Lalu gayung A yg berisi 3 liter dituang ke gayung B sehingga gayung B berisi 3 liter. Selanjutnya gayung A yg telah diisi penuh kembali (3 liter) dituang ke gayung B sampai gayung B penuh, dan karena gayung B sebelumnya telah berisi 2 liter maka hanya 2 liter dari gayung A yg bisa dituang ke gayung B, ini berarti gayung A akan tersisa 1 liter (3 liter dikurangi 2 liter). Terakhir isi gayung A yg 1 liter tersebut dituang ke bak mandi dituang ke bak mandi. Sekarang bak mandi telah berisi 4 liter air (3 liter + 1 liter). Bingung? Berikut gambarannya:
    A  B  bak
    3  0  0
    0  0  3
    3  0  3
    0  3  3
    3  3  3
    1  5  3
    0  5  4
  4. Q: Ada kolam berukuran 10m x 10m dan ditengahnya ada 1 daun teratai. Daun teratai berkembang dalam 1 hari menjadi 2 kali lipat. Jadi jika hari ini ada 4 daun teratai maka besoknya ada 8 daun teratai. Jika kolam menjadi penuh dengan daun teratai dalam 50 hari, maka pada hari keberapa kolam tersebut setengah penuh dengan daun teratai?
    A: karena formula perkembangannya adalah 2 kali lipat, berarti kolam setengah penuh dalam 49 hari (1 hari sebelum penuh)

Silahkan dicoba ditanyakan kepada anak2 🙂

Konten porno di WhatsApp? Di Google lebih parah kok

Tag

, , , , , , ,

Sudah cukup lama pakai WhatsApp, semenjak GoogleTalk dilikuidasi dan diganti jadi Hangout, langsung beralih ke WhatsApp. Selain WhatsApp saya juga pakai Telegram, sempat pakai BBM dan Line tapi cuma sebulan trus saya hapus. Alasannya karena BBM terasa berat berjalan di hape dg RAM 1GB dan juga karena hampir nda ada rekan kerja atau mahasiswa yg pakai BBM. Kalau Line? Bosen denger bunyi notifikasi yg isinya cuma berita2 gaje  🙂

Beberapa hari ini pada ngeributin adanya konten porno di WhatsApp. Konten porno yg dilaporkan tsb disediakan dalam format GIF namun tidak disediakan langsung oleh WhatsApp, melainkan oleh Tenor. Hal ini terlihat saat kita klik tombol GIF maka akan muncul tulisan “Search GIFs via Tenor”.

Kenapa WhatsApp menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyediakan konten emoji GIF? Banyak alasannya sih, bisa karena alasan bisnis, efisiensi, atau bisa juga karena hanya malas 🙂 Iya, bikin GIF yg bagus itu nda gampang lho, harus sering nonton film agar bisa mencari ekspresi yg sesuai untuk suatu emosi tertentu.

search GIFs via Tenor

Kemarin sempat akses ke Tenor diblok, sehingga saat klik tombol GIF yg muncul “Check your phone’s Internet Connection and try again” karena akses ke Tenor ditutup oleh ISP sesuai instruksi pemerintah. Namun saat ini emoji GIF dari Tenor sudah bisa digunakan lagi karena memang sudah diperbaiki.

Tapi apakah memang benar sudah diperbaiki?

Kalau dicoba, kita sudah tidak bisa lagi search dgn keyword “sex” atau “lesbian”, karena hasilnya adalah “Search return no result”. Namun kalau kita hanya mengetikkan “se” atau “les” beberapa emoji GIF yg sebelumnya diblock ternyata masih muncul.

Kesimpulannya?
Sepertinya Tenor mengaktifkan keyword filtering, jadi jika ada yg menuliskan keyword “sex” dan “lesbian” maka Tenor akan langsung memblokirnya dan memberikan hasil search yg kosong. Tapi jika yg diinputkan adalah “se” atau “les” maka Tenor tidak menganggapnya sbg kata terlarang sehingga beberapa gambar GIF masih tetap muncul.

Teknologi keyword filtering ini sering disebut dengan wordfilter yang hanya membatasi kata demi kata tanpa peduli dengan konteksnya (topik pembicaraan). Sebagai contoh, saat dulu masih suka ngulik2 Squid sbg proxy server, kita bisa membatasi akses user berdasarkan kata terlarang (bad word). Misalnya kita masukkan kata “sex” sebagai kata terlarang, maka jika user browsing ke suatu situs yg ada frase “sex”-nya maka akses ke situs tsb akan diblokir. Padahal mungkin saja frase “sex” tsb adalah untuk mengirimkan form yg menanyakan jenis kelamin kita (male atau female).

Teknik wordfiler yg lebih canggih adalah regex atau regular expression, dimana pembatasan akses tidak hanya berdasarkan kata terlarang, tapi juga melihat konteks atau isi dari informasi lengkapnya. Misalnya suatu situs membahas tentang sextan, suatu alat navigasi untuk mengukur jarak antara 2 benda. Kata “sextan” mengandung frase “sex” yg jika menggunakan wordfilter sederhana maka akan langsung diblok, namun dgn menggunakan regex maka akses ke situs tsb akan dibuka karena sextan tidak terkait dengan “sex”.

Kembali ke WhatsApp.
Bagaimana caranya agar emoji GIF yg tidak pantas tadi bisa ditutup sepenuhnya?
Jawabannya cuma bisa dilakukan oleh Tenor. Tenor harus mau mengkategorikan dan merating emoji-nya. Spt misalnya mana yg konten dewasa dan mana yg konten remaja, dan mana yg konten semua umur.
Dengan adanya kategori dan rating tersebut, WhatsApp atau pengguna jasa Tenor bisa membatasi akses ke emoji tertentu.

Apa alternatif dari WhatsApp agar terhindar dari emoji GIF yg tidak pantas tsb?

Telegram?
sama saja, kita bisa mencari emoji GIF di Telegram yg tidak pantas untuk dikonsumsi anak2.

Kemarin ada yg mengatakan “ngapain ngeributin porn GIF di WhatsApp? di Google lebih parah tuh”. Seharusnya kita tidak membandingkan kasus WhatsApp dengan Google. WhatsApp melalui Tenor menyediakan konten-nya langsung, sementara Google hanya mengindex (menyimpan metadata) gambar2 yg disimpan di tempat lain. Jadi menurut saya kita nda bisa menyalahkan Google yg menyimpan gambar porno, karena Google tidak menyimpannya. Tapi kita bisa menggunakan fitur “Send Feedback” yg disediakan Google untuk melaporkan gambar2 yg tidak pantas. Selain itu, kita bisa memanfaatkan layanan DNS Nawala untuk memblokir akses ke situs2 yg tidak pantas. Tetap muncul di Google, tapi begitu linknya diklik akan diblokir oleh Nawala.

google send feedback

Internet sehat dan bersih  🙂

Amankah data nomor KTP dan KK saya saat proses registrasi kartu SIM?

Tag

, , ,

registrasi20kartu20prabayar
(gambar diambil dari siaran pers Kominfo: NO. 209/HM/KOMINFO/10/2017)

Beberapa hari ini banyak yg meributkan tentang keamanan data (dan perlunya melakukan) registrasi kartu SIM. Saya coba bahas dari aspek keamanan aja, karena kebetulan saya meneliti di bidang ini 🙂

Sebelum membahas registrasinya, kita coba bahas tentang kartu SIM ini terlebih dahulu. Kartu SIM (Subscriber Identity Module) adalah kartu akses agar kita sebagai pelanggan bisa terhubung dengan jaringan suatu operator. Jadi bisa dikatakan kartu SIM adalah kunci untuk bisa bergabung dengan jaringan operator, entah Telkomsel, XL, Indosat, atau operator lainnya. Karena menjadi kunci akses, maka kartu SIM harus menyimpan informasi penting seperti:

  • nomor khusus dan unik:
    • serial number ICCID (integrated circuit card identifier) yg bersifat unik dan diberikan oleh pabrik pembuat kartu tersebut (bukan oleh operator)
    • nomor telpon IMSI (international mobile subscriber identity) yg diberikan oleh operator khusus hanya untuk 1 kartu tersebut,
  • informasi keamanan (autentikasi dan enkripsi),
  • dua buah password: PIN dan PUK,

dan karena sisa memory di kartu SIM masih cukup banyak (biasanya 64 kB), maka sisanya bisa digunakan untuk:

  • menyimpan konten SMS,
  • menyimpan kontak (phone-book), dan
  • beberapa informasi tambahan khusus yg didesain oleh masing2 operator (beda operator beda informasi tambahan).

Karena SIM berfungsi menyimpan informasi, maka kartu SIM adalah smart card yg bisa disetarakan dengan flash disk yg sering kita gunakan untuk menyimpan file.

Sekarang mari kita bahas registrasi kartu SIM. Kalau dilihat dari skenario registrasi yang ada di website Kominfo, maka urutannya spt ini:

  1. kita mengirimkan SMS ke 4444 yg berisi nomor KTP dan nomor KK (tidak perlu mengirimkan informasi lain selain nomor KTP dan KK)
  2. server 4444 di dalam jaringan operator anda akan menerima SMS ini dan mengirimkan isi SMS ke server Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil) lewat Internet
  3. jika nomor KTP sesuai dengan nomor KK maka server dukcapil akan mengirimkan balasan semacam “Okay” ke server 4444, tapi jika kedua nomor  teb tidak sesuai maka server dukcapil akan mengirimkan balasan semacam “Tidak okay”
  4. pesan “Okay” atau “Tidak okay” ini akan diteruskan ke kita sebagai pelanggan

registrasi kartu sim prabayar

Sekarang yuk kita analisa skenario tsb. Kita coba analisa dari kekawatiran yg berkembang di masyarakat.

Ada beberapa kekawatiran di masyarakat terkait registrasi kartu SIM ini:

  • Gimana kalau data KTP dan KK kita dicuri?
    analisa: okay, kita analisa berdasarkan sudut pandang orang yg ingin mencuri data nomor KTP dan KK. Jika dilihat tahapan registrasi, data nomor KTP dan KK akan melewati server 4444 dan server dukcapil melalui Internet.

    1. Jaringan operator anda bisa kita asumsikan aman, karena jaringan ini private (dikendalikan penuh oleh operator ybs)
    2. Bagaimana dengan server 4444? Bisa kita asumsikan aman juga karena server tsb juga masih ada di jaringan private operator
    3. Bagaimana dengan server Dukcapil? Seluruh data nomor KTP dan KK sudah ada di sini, jadi kalau seseorang ingin mencuri data nomor KTP dan KK ya mestinya diarahkan ke sini. Jadi mau ada acara registrasi kartu SIM atau nda ya nda ada hubungannya dengan kekawatiran data nomor KTP dan KK akan dicuri dari server Dukcapil. Berarti nda ada kaitannya dg registrasi kartu SIM, lha wong datanya udah ada di server Dukcapil tsb kok
    4. Bagaimana dengan Internet? Koneksi antara server 4444 dg server Dukcapil sudah pasti aman, karena hanya server 4444 yg boleh “bertanya” pada server Dukcapil dan ini sudah pasti diamankan melalui berbagai mekanisme:
      1. server 4444 harus mengirimkan credential tertentu ke server Dukcapil untuk bisa bertanya. Credential disini bisa mencakup username, password, dan informasi keamanan lainnya (spt misalnya session key, random ID, kunci enkripsi, dll)
      2. alamat IP dari server 4444 dikunci di server Dukcapil, sehingga hanya server2 tertentu saja yg bisa “bertanya” ke server Dukcapil
      3. alamat MAC dari server 4444 dikunci di server Dukcapil, sehingga hanya server2 tertentu saja yg bisa “bertanya” ke server Dukcapil (cat: mekanisme ini cukup sulit diterapkan, karena alamat MAC biasanya akan hilang kalau melewati router)
      4. tunneling spt VPN, sehingga hanya server2 tertentu yg bisa “bertanya” ke server Dukcapil
  • Kesimpulan: data nomor KTP dan KK dapat diasumsikan aman selama proses registrasi kartu SIM

  • Gimana kalau data KTP dan KK kita dipakai untuk membuat KTP palsu?

    analisa: okay, kita analisa berdasarkan pihak yg ingin membuat KTP palsu. Siapa yg ingin membuat KTP palsu? Pemerintah? Lha data nomor KTP dan KK kan sudah tersedia semuanya di server Dukcapil. Jadi mau ada acara registrasi kartu SIM atau nda ya nda ada hubungannya dengan kekawatiran data nomor KTP dan KK akan dicuri dari server Dukcapil

  • Kesimpulan: proses registrasi kartu SIM ini hanya menambahkan nomor hape kita ke data Dukcapil, yang tadinya sudah ada nomor KTP dan nomor KK, sekarang ditambahkan nomor hape

Jadi menurut saya kekawatiran masyarakat terhadap acara registrasi kartu SIM ini belum cukup kuat. Justru dengan adanya nomor hape di data Dukcapil akan lebih banyak manfaatnya, spt misalnya:

  • Tidak akan ada lagi penipu berbasis hape, spt minta pulsa, keluarga ada di rumah sakit dan perlu biaya tambahan dg cepat, menang undian, minta transfer, dll
  • Sosial media akan lebih tenang dan kondusif untuk diskusi dan berbagi karena berkurangnya informasi yang salah (hoax, framing, disinformasi, dll)

Memang ada beberapa hal yg perlu diperhatikan:

  • Karena 1 nomor KTP bisa menyimpan sampai 3 nomor hape, sebaiknya kuota tersebut dihabiskan agar tidak ada orang lain yg menggunakan nomor KTP kita
  • Agar diingat juga, registrasi ini berlaku khusus untuk kartu prabayar, jadi yg pasca bayar belum perlu kuatir
  • Keamanan selama proses data harus diaudit untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat

Silahkan jika ada yg ingin ditambahkan atau diklarifikasi  🙂

Bagaimana cara mendaftar di SINTA?

Tag

, , , , ,

sinta_logo

Beberapa hari ini teman2 dosen pada meributkan SINTA (Science and Technology Index), suatu portal indexing untuk karya tulis ilmiah. Sebenarnya portal ini sudah dirilis sejak lama, tapi karena ada kendala di sinkronisasi maka banyak dosen yg akhirnya tidak begitu mempedulikan (padahal infonya pengurusan JFA akan mengacu pada portal SINTA ini).

Jadi, apa itu SINTA?
SINTA adalah portal indexing dari indexing 🙂 karena SINTA merekap hasil indexing yg ada di Google Scholar dan Elsevier Scopus.

Google Scholar mengindex berbagai karya tulis yang memenuhi aturan yg mereka miliki (spt misalnya metadata, aksesibilitas dan sebaran dokumennya). Google Scholar tidak peduli apakah karya tulis tersebut telah melalui proses review atau tidak, sepanjang output dokumennya memenuhi kriteria maka dokumen tsb akan diindex. Hal ini berbeda dengan Elsevier Scopus yg selain memiliki persyaratan atas output dokumennya (spt Google Scholar) juga mensyaratkan proses penerbitan dokumen yg juga harus memenuhi standar mereka. Jadi Google Scholar hanya peduli dengan output dokumen sementara Elsevier Scopus peduli dengan output dokumen dan juga prosesnya.

Sekarang, bagaimana caranya agar kita sebagai author bisa terdaftar di Sinta?

Sebelum bisa terdaftar di Sinta, kita harus terdaftar terlebih dahulu di Google Scholar dan juga Elsevier Scopus. Untuk mendaftar di Google Scholar anda harus login dengan akun Google terlebih dahulu dan selanjutnya bisa berkunjung ke sini dan untuk mendaftar di Elsevier Scopus bisa langsung berkunjung ke sini.

Tampilan untuk registrasi di Google Scholar:
register scholar

Tampilan untuk registrasi di Elsevier Scopus:
register scopus

Hasil dari registrasi di Google Scholar adalah Google Scholar ID lengkap dengan URL sbg homepage-nya. Contoh berikut adalah Google Scholar saya:
https://scholar.google.com/citations?user=-cr8aHgAAAAJ&hl=en
yang berarti Google Scholar ID saya adalah: -cr8aHgAAAAJ

Hasil dari registrasi di Elsevier Scopus adalah Scopus ID lengkap dengan URL sbg homepage-nya. Contoh berikut adalah Scopus saya:
https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=56523130400
yang berarti Scopus ID saya adalah 56523130400

Dengan berbekal Google Scholar URL dan Scopus ID, sekarang kita bisa daftar ke SINTA. SINTA bisa diakses dengan dua alamat yg sebenarnya hanya alias saja:
http://sinta.ristekdikti.go.id/ atau
http://sinta2.ristekdikti.go.id/

Pada portal SINTA klik menu “Registrasi” dan isi data2 yg dibutuhkan:
register sinta

Lalu klik “Register” dan tunggu verifikasi dari tim admin SINTA. Saat akun anda sudah terverifikasi maka anda akan mendapatkan email notifikasi dari admin SINTA.

Selamat mencoba!

Antara meminta mahasiswa mandiri dan segudang aturan

Tag

, , ,

rule #1 obey your master

Beberapa hari lalu di sebuah grup chat dosen (iya, dosen juga doyan ngerumpi lho, apalagi ngerumpiin mahasiswa 🙂 ), ada dosen yg mengeluhkan mahasiswa sekarang yang dianggapnya tidak mandiri. Dia membandingkannya dengan jaman dia menjadi mahasiswa, kalau dulu mahasiswa yg aktif mencari informasi ke berbagai sumber tapi sekarang mahasiswa maunya langsung nanya ke dosen. Misalnya untuk nanya “besok hari Senin harus pakai pakaian apa buat ujian?” mahasiswa langsung nanya ke dosen wali, padahal di aturan yg dikeluarkan oleh kampus sudah jelas yaitu pakai seragam. Tapi mahasiswa tetap berargumen “saya belum punya seragam karena selama ini tidak ada kuliah di hari Senin dan saat dicari ke koperasi katanya sudah habis stoknya”  🙂

Awalnya saya juga menyetujui pernyataan rekan dosen tersebut, karena saya sendiri sebagai dosen wali cukup banyak waktu yg dipakai untuk melayani pertanyaan dari mahasiswa wali. Pertanyaannya sangat beragam, mulai dari aturan berpakaian yg berlaku di kampus, aturan studi akademik di kampus, aturan perkuliahan di kampus, aturan kemahasiswaan di kampus, aturan beasiswa di kampus, sampai tanya2 tempat nongkrong yg asyik di Bandung  🙂

Pikiran saya baru tersentak ketika rekan dosen yg sama mengeluhkan mahasiswanya yg tidak disiplin, spt kehadiran di kelas yg terlambat, tidak mengucapkan salam pada dosen yg berpapasan, sampai pakaian yg tidak seragam.

Premise 1: Mahasiswa diminta untuk mandiri
Premise 2: Mahasiswa kuatir dengan aturan kampus yang sangat banyak
Premise 3: Mahasiswa tidak disiplin

Kalau dilihat dari 3 premise tsb, terlihat jika mahasiswa sebenarnya banyak bertanya tentang aturan karena takut tidak tau aturan mana yg dilanggar. Sebaliknya aturan kampus yang sangat banyak justru membuat mahasiswa menjadi tidak mandiri karena mereka diperlakukan sebagai objek yg patut dicurigai akan melanggar aturan dgn berbagai alasan  😀

kata kunci untuk teks kali ini adalah: fleksibel vs. rigid

Fleksibel berarti kita membuat aturan yang cukup memberi garis batas antara “boleh” dan “tidak boleh” namun masih banyak ruang bagi mahasiswa berkreasi dan berinovasi. Ambil contoh seragam, dari dulu memang kampus Telkom terkenal dengan seragamnya (dulu putih biru spt seragam SMP dan sekarang putih merah tua spt seragam…..). Jika aturannya menyebutkan “hari Senin wajib menggunakan seragam dengan atribut bebas rapi” maka mahasiswa bisa menambah dgn scarf atau sepatu warna untuk tampil modis. Contoh lainnya adalah syarat kehadiran di kelas minimal 75%, kurang dari angka tsb berarti tidak boleh mengikuti ujian akhir semester (UAS). Aturan ini memberikan persepsi pada mahasiswa bahwa mereka boleh “membolos” sebanyak 3x pertemuan. Andaikan aturannya dibuat menjadi “kehadiran di kelas disesuaikan dengan kemampuan setiap mahasiswa yang diukur oleh dosen” maka dosen bisa memberikan pre-test di awal kelas, jika memang mahasiswa-nya sudah menguasai materi, mereka bisa dipersilahkan untuk fokus ke mata kuliah lainnya.

Kita berharap mahasiswa bisa berkreasi dan berinovasi agar bisa mandiri dalam belajar dan melakukan penelitian, tapi di sisi lain kita membuat aturan yg memperlakukan mahasiswa sebagai robot dan membuat mahasiswa sulit untuk bergerak bebas  🙂

Jadi teringat dengan salah satu petuah dari senior yg saya hormati:
Jangan membuat aturan yg kita tidak bisa menjadi polisinya

Selamat belajar dan meneliti, semoga dengan aturan yg sedemikian banyak tetap tidak menghalangi semangat teman2 mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi.

Apa Kelebihan dari SAP?

Tag

, ,

Nda kerasa sudah cukup lama juga nda menulis di blog ini. Sebulan lebih 🙂
Sebulan ini memang lagi banyak dokumen yg harus diselesaikan, salah satunya dokumen rekomendasi utilisasi SAP berbasis cloud. Jadi kali ini mau coba sharing tentang SAP berbasis cloud.

SAP adalah produk software dari SAP SE, sebuah perusahaan yg berlokasi di Jerman. SAP kepanjangan dari Systeme, Anwendungen und Produkte in der Datenverarbeitung, atau jika di-Inggris-kan menjadi Systems, Applications & Products in Data Processing. Tapi apa bedanya SAP dengan aplikasi lainnya?

Bagi yg pernah bekerja di bidang IT atau pernah terlibat dalam proses pengadaan suatu layanan berbasis software, tentu mengetahui adanya fase pemilihan teknologi yang akan digunakan. Saat memilih teknologi, tentunya ada pertimbangan seperti misalnya apakah mau menggunakan in-house (bikin sendiri atau minta dibuatkan mitra) atau menggunakan off-the-shelf (aplikasi yg sudah jadi dan tinggal pakai).

SAP termasuk aplikasi off-the shelf yang bermain di level proses bisnis. Dalam artian, proses bisnis apa pun yang digunakan di perusahaan anda, SAP akan bisa mengakomodasinya. Hal ini memberikan beberapa keuntungan:

  1. Para pengambil keputusan bisa fokus pada pengembangan proses bisnis yang lebih efektif dan efisien ketimbang fokus pada pengembangan layanan IT yang akan mendukungnya. Hal ini karena perubahan pada proses bisnis akan dapat dengan mudah diterapkan di SAP, sehingga idealnya perubahan proses bisnis hari ini dapat diterapkan di SAP pada hari yang sama.
  2. Kredibilitas perusahaan anda akan jauh meningkat, karena para auditor sangat menyukai SAP karena seluruh integritas data-nya sangat terjamin. Dalam artian tidak akan ada yg bisa merubah2 data untuk menyesuaikan dengan audit.

Sounds very good? Namun seperti halnya mata uang yang memiliki 2 sisi, ada beberapa pertimbangan yang harus diperiksa sebelum memutuskan menggunakan SAP, seperti misalnya:

  1. Jika proses bisnis di perusahaan anda belum dewasa (mature), yg berarti sangat sering berubah, hal ini akan menyulitkan implementasinya di SAP. Sebagai contoh, kemarin proses bisnis yg berlaku adalah A –> B –> C, ingin disederhanakan menjadi A–> C. Sesaat setelah proses bisnis ini diubah, baru disadari bahwa banyak transaksi yg sedang dalam tahapan B. Karena tahapan B sudah hilang, maka transaksi tersebut tidak bisa dilanjutkan, yg berarti harus dibikin ulang mulai dari tahapan A.
  2. Biaya implementasi SAP cukup tinggi, karena membutuhkan dukungan hardware yang benar2 high end dan kapasitas yang sangat besar. Misalnya untuk RAM dibutuhkan minimal 32GB untuk mesin training (kebayang berapa minimal RAM untuk mesin produksi)
  3. Biaya operasional SAP cukup tinggi, karena kebanyakan berbasis lisensi (misalnya untuk profesional user biayanya di angka belasan juta per user per tahun)

Karena biaya yg mahal, makanya saat ini banyak yg menawarkan layanan pemakaian SAP berbasis komputasi awan (cloud-based), sehingga team IT di perusahaan tidak perlu pusing mengelola hardware yang canggih (baca: mahal).

Bahkan saat ini sudah ada yg menawarkan layanan pemakaian SAP berbasis Managed Service, yg berarti aplikasi SAP bisa kita gunakan dalam bentuk SaaS dan seluruh operasional dan maintenance-nya diserahkan ke pihak ketiga.

Tertarik menggunakan SAP?

SM Bus Controller ternyata (sangat) penting untuk mengatur komputer secara keseluruhan

Tag

, , , ,

sm bus controller

Persis seminggu lalu laptop terbanting dari meja karena kabel2nya tersangkut kaki sendiri. Saat mengajar memang kabel2nya banyak banget, ada kabel power, kabel VGA buat ke proyektor, kabel ke speaker (buat nyetel short video), dan kabel ke camera digital untuk memperlihatkan suatu perangkat (spt prototype, kabel, konektor, dll) lewat proyektor. Untungnya mouse sudah wireless  🙂

Alhasil seminggu ini berusaha menghidupkan kembali laptop Asus x201e ini, yg ternyata kerusakan terjadi pada hard disk. Iya, memang susah move on dari laptop ini, karena selain sudah menemani saya selama 4 tahun, performa-nya juga luar biasa (bandel banget). Akhirnya membeli hard disk baru merk Western Digital dengan kapasitas 500 GB dan menginstallnya dengan Windows 7 yg 32 bit (iya, susah juga move on dari sistem operasi (OS) yg satu ini, karena sudah terbiasa menggunakannya, padahal dari kampus sudah disediakan Windows 10).

Menggunakan aplikasi Rufus untuk membuat bootable flash disk, saya install ulang Asus x201e dengan Windows 7 Professional. Instalasi berjalan mulus karena USB sbg koneksi flash disk yg digunakan untuk booting sudah terdeteksi dengan driver yg ada di Windows 7 Professional. Bagian terberat adalah mencari device driver untuk berbagai perangkat keras yg ada di Asus x201e ini. Website Asus hanya menyediakan device driver untuk Windows 7 yg 64 bit, sementara saya menggunakan yg 32 bit. Mau ngambil dari Internet, rada kuatir dg virus dan malware.

Solusi? Install Avast Anti Virus untuk mencegah kena virus dan malware.
Tapi ada kendala baru, gimana caranya unduh Avast jika Wifi laptop-nya belum berfungsi?
Setelah browsing2, ternyata ada situs 3dpchip.com yg menyediakan 1 file besar (3DP Net) yg isinya buanyaaak banget device driver berbagai perangkat network. Alhasil salah satunya ternyata adalah device driver yg dibutuhkan untuk Wifi-nya Asus x201e.

Setelah diamankan dengan Avast, baru deh berani mencari2 device driver yg sesuai di Internet. Akhirnya setelah 1 jam, semua device telah mendapatkan driver-nya, kecuali 1 device yaitu “SM Bus Controller”.

Awalnya saya pikir “ah… cuma 1 device, biarin aja deh, paling juga nda ngefek banget”. Tapi ternyata setelah laptop direstart, kipas di dalam laptop jadi berisik banget krn bertiup sangat kencang, hard disk-nya juga berbunyi kemrosok spt sedang bekerja sangat keras, dan yg membuat cemas adalah laptop terasa panas. Penasaran dan coba browsing2 ternyata SM Bus Controller ini yg bertanggung jawab untuk mengelola performa dari keseluruhan sistem.

SM Bus Controller or System Management Controller is a Chipset on the Motherboard. Its main purpose is to monitor the board’s voltage and temperature.

Setelah cari sana dan cari sini, akhirnya didapat driver yg sesuai di website Asus. Dan ajaib, setelah diinstall, suara yg berisik dari laptop langsung menjadi hening  🙂
kipas berputar sangat perlahan, hard disk juga hening, dan laptop tidak terasa panas lagi.

Pelajaran yg didapat dari sini: pastikan semua device di dalam komputer bekerja dengan sempurna dengan menggunakan driver yang sesuai  🙂
Karena dengan driver yg sesuai dan minimum (maksudnya cukup install drivernya saja, nda perlu aplikasinya) dijamin komputer anda terasa sangat cepat.

Beberapa tips untuk mahasiswa baru di Universitas Telkom

Tag

, , ,

sisfo universitas telkomSudah cukup lama juga mengajar di kampus ini, semenjak bernama STT Telkom (Sekolah Tinggi Teknologi Telkom), lalu berubah menjadi IT Telkom (Institut Teknologi Telkom), lalu sempat juga mengajar di saudara kembarnya IM Telkom (Institut Manajemen Telkom), dan sekarang bergabung menjadi Universitas Telkom. Tak terasa 18 tahun sudah melalui profesi dosen ini. Tak terasa sampai tadi siang saat di Jaya Plasa ketemu dengan mantan mahasiswa angkatan 2001 yg ternyata masih ingat dulu diajar mata kuliah Teknik Dijital oleh saya dan lulus dengan nilai B  🙂

Karena dulu sempat aktif di bagian IT, saya jadi mengerti proses bisnis di STT Telkom –> IT Telkom –> Universitas Telkom yang ternyata tidak banyak berubah. Jadi ingin berbagi beberapa tips untuk mahasiswa baru yg telah diterima untuk kuliah di kampus ini. Jangan lupa bahwa kuliah itu sangat berbeda dengan sekolah saat di SMA/SMK, karena saat kuliah anda sebagai mahasiswa ditantang untuk bisa mandiri. Anda dijamin tidak akan survive kalau anda mengandalkan orang lain (baik teman atau dosen) untuk memberikan informasi dan mengarahkan anda.

Berikut beberapa tips untuk survive di kampus:

  • Hal yg pertama harus anda pahami adalah aturan akademik. Ada beberapa aturan akademik yg harus diikuti, spt misalnya:
    • Aturan seragam. Setiap mahasiswa harus mengenakan kode etik berseragam yg telah disepakati (iya, dari dulu kampus ini terkenal dengan seragamnya). Tapi jangan kuatir, kalau dulu hanya boleh putih biru spt seragam SMP, sekarang sudah putih merah (untungnya beda warna dengan seragam SD), dan itu juga hanya untuk hari senin saja. Jangan lupa juga kalau masuk laboratorium untuk praktikum, maka anda harus pakai jas lab.
    • Aturan di kelas. Setiap mahasiswa harus hadir dengan melakukan presensi menggunakan KTM. Kehadiran minimal 75%, kurang dari itu maka anda tidak bisa mengikuti ujian akhir, yg berarti nilai anda tidak akan bisa keluar. Di luar dari aturan yg telah ditetapkan universitas, setiap dosen dapat menerapkan aturan tambahan spt misalnya toleransi keterlambatan. Aturan tiap dosen ini bisa berbeda2, mulai dari yg longgar sampai yg sangat ketat.
    • Masih banyak aturan akademik lainnya. Intinya, pastikan anda membaca aturan akademik yg diterbitkan dalam buku saku yg diberikan.
  • Selain aturan akademik, anda juga harus mengetahui aturan non akademik. Misalnya tata cara bersosialisasi dan bersikap di lingkungan kampus.
  • Hal berikutnya yg perlu diperhatikan adalah pengambilan mata kuliah. Kalau di sekolah anda mengambil mata pelajaran yg sudah dikemas dalam bentuk paket yg tidak bisa ditawar (harus diambil semua dan lulus), maka di kuliah anda bisa memilih mata kuliah yg ingin diambil. Bingung mengambil mata kuliah? nda usah kawatir karena untuk tahap 1 (tahun pertama kuliah, semester 1 dan semester 2), hampir seluruh proses registrasi dibantu oleh sistem (sisfo). Contohnya adalah mahasiswa tidak perlu memilih mata kuliah karena masih paket (sudah ditentukan oleh universitas, belum boleh mengambil diluar dari paket yg telah ditentukan). Bahkan “sertifikat” pengambilan mata kuliah yaitu KSM (Kartu Studi Mahasiswa) juga sudah diprint-kan oleh sistem. Namun ini hanya berlaku untuk tahap 1 saja. Untuk tahap berikutnya, anda sendiri yg harus menginput mata kuliah yg ingin di ambil, jangan lupa, jumlah kelas yg disediakan terbatas jadi ada beberapa kelas mata kuliah yg rebutan. Setelah memilih mata kuliah yg ingin diambil, lapor ke dosen wali untuk minta approval. Setelah diapprove, segera cetak KSM agar nama anda sbg mahasiswa terdaftar di kelas mata kuliah tsb.
  • Sebelum memulai kuliah, pastikan nama anda ada di setiap mata kuliah paket dengan cara masuk ke aplikasi akademik yg bernama iGracias. Jika nama anda tidak ada di kelas mata kuliah tsb, maka segera datang ke sisfo untuk klarifikasi. Bukti bahwa anda telah terdaftar di suatu mata kuliah adalah KSM. Tanpa KSM anda belum resmi menjadi mahasiswa di kelas tersebut.
  • Jika ada masalah dengan KTM (misal: KTM tidak terbaca oleh RFID reader yg mestinya berbunyi bip-bip yg berarti okay) segera lapor ke sisfo untuk dicek validitas KTM tsb. Jangan lupa bahwa data dari RFID reader di tiap kelas, akan disimpan di server staging, jadi tidak langsung masuk ke iGracias. Jadi meskipun oleh karena satu dan lain hal presensi anda ditolak oleh iGracias, data presensi anda tetap tersimpan di server staging tsb untuk dapat digunakan suatu waktu. Foto di atas adalah lokasi sisfo yg perlu anda kunjungi jika ada masalah dengan kesisteman IT atau sekedar mencari aplikasi legal spt Microsoft Office
  • Jangan lupa untuk ikut aktif dalam organisasi kemahasiswaan, karena tidak hanya prestasi akademik anda saja yg akan dibuatkan “rapor” transkrip, namun juga setiap kegiatan sosial akan dibuatkan dalam transkrip tambahan yg bernama TAK (transkrip aktivitas kemahasiswaan) sebagai bukti softskill anda selama berkuliah di kampus ini
  • Jangan malu, sering2 bertanya pada senior untuk mendapatkan pengalaman berharga dari mereka. Sekaligus untuk mendapatkan informasi terkait fasilitas2 yg ada di kampus.
  • Jangan terlena dengan kuliah, temukan passion anda untuk menentukan lab mana yg akan anda ikuti di semester 3. Karena setiap lab punya roadmap riset penelitian masing2. Pastikan anda bergabung dengan lab yg sesuai passion anda, karena ini sangat menentukan masa depan anda setelah lulus.
  • Perkuliahan di kampus berbeda dengan di SMA/SMK. Di kampus ada hari2 tertentu anda akan pontang-panting kuliah, tapi ada juga hari2 yg anda bisa bernafas sedikit lega karena tidak ada kuliah.
  • Pastikan anda menjaga kesehatan, karena kehadiran di kelas minimal 75%. Kurang dari itu maka anda tidak berhak ikut ujian akhir yg berarti nilai anda akan menggantung. Surat sakit dari dokter akan tetap dianggap tidak hadir di kelas, kecuali surat rawat inap dari rumah sakit.
  • Pertemuan pertama dg dosen di suatu mata kuliah adalah saat yg sangat penting. Karena anda jadi bisa mengenali karakteristik dosen tsb. Ada dosen yg cukup santai dengan aturan (misalnya tidak apa2 datang terlambat) tapi juga ada dosen yg sangat tertib dengan aturan. Ada dosen yg textbook sehingga banyak menulis (kembali) isi buku yg dijadikan referensi, namun ada dosen yg dgn modal 5 slide tapi bisa ngomong 3 jam tanpa henti. Mengenali dosen sangat penting, karena akan menjadi bahan strategi anda dalam mengikuti kuliahnya, spt “apakah perlu mencatat semua omongannya atau cukup mendengarkan saja?”, “apakah perlu banyak bertanya di kelas atau cukup pasif mendengarkan saja?”
  • Dan yg terakhir, setelah nilai keluar, jangan lupa untuk mengisi feedback dosen di iGracias dengan sejujur2nya, agar universitas bisa mengevaluasi kinerja dosen. Jika dosen tetap memiliki kinerja buruk maka akan diberi teguran dan jika dosen tamu yg memiliki kinerja buruk maka tidak akan dipakai lagi di semester berikutnya.

 

Selamat menjalankan kuliah di kampus Universitas Telkom  🙂

Jangan lupa, kita kuliah untuk mendapatkan ilmu, bukan semata2 mencari nilai. Dan ilmu yg baik adalah ilmu yg diaplikasikan untuk kebaikan orang lain  🙂

Antara Proses dan Hasil, Lebih Penting Mana?

Tag

, , , ,

komplek sekolah santo aloysius

Hari ini Hari Kemerdekaan negara tercinta, Republik Indonesia !

Seperti biasa, anak2 melakukan upacara bendera dari pukul 07.30, dan saya berkesempatan menjemput anak2 yg pulang pukul 09.00 pagi. Mengantri dengan para ibu2 (cuma ada sedikit bapak2) yg menunggu anak2nya di pintu gerbang sekolah. Satu demi satu anak2 berhamburan keluar dari pintu gerbang, dan sebagian besar langsung menghambur ke pelukan orang tua-nya (masih anak SD kok 🙂 )

Kepada orang tua-nya, mereka bercerita kalau di sekolah ada perlombaan. Ada lomba menangkap ikan, memindahkan ikan, dan banyak lagi permainan seru lainnya.

Namun meskipun jenis perlombaannya banyak, tanggapan orang tua ternyata seragam:

“Dapat juara nda?” atau “Dapat juara berapa?”

Sepertinya cuma saya yg menanggapi dengan:

“Seru nda lombanya?”

Dan anak saya pun dengan seru bercerita tentang bagaimana dia dan teman2nya menangkap ikan dgn sendok nasi dan membawanya ke tempat lain. Bahkan ceritanya belum selesai juga meskipun sudah sampai rumah  🙂

Baru sesampai di rumah saya menyadari perbedaan tanggapan saya dengan orang tua lainnya. Mereka menanyakan hasil, sementara saya menanyakan proses. Saya juga mengapresiasi SD St. Aloysius yg mulai tahun ini sudah tidak lagi menerapkan sistem rangking pada murid2nya. Lega juga, karena selama ini saya juga nda pernah meminta anak2 saya untuk mengejar rangking, tapi kalau itu yg mereka cari ya silahkan tapi mau dapat rangking 3 besar atau 3 kecil, saya berjanji untuk selalu tersenyum bangga pada mereka.

Karena yg terpenting di sekolah mereka harus belajar bersosialisasi, berteman, dan berbuat baik pada semua orang.

Dirgahayu Republik Indonesia, semoga kita semua memilih untuk berbahagia.