Apa Bedanya Akurasi dan Presisi?

Tag

, , , ,

Sering banget dapat pertanyaan dari bimbingan skripsi, “Pak, berapa kali kita harus mengukurnya?” Dan selalu saya jawab, “Pertanyaannya bukan berapa kali, tapi seberapa tinggi tingkat kepercayaan atas hasil ukur yang ingin kita laporkan”. Nah dari sini lah selalu balik lagi menjelaskan tentang akurasi dan presisi.

Keduanya (akurasi dan presisi) menunjukkan tingkat kepercayaan kita terhadap hasil pengukuran yang kita dapatkan. Akurasi berarti hasil pengukuran kita sudah sesuai standar, berarti dibandingkan dengan alat ukur lainnya yang sudah distandarisasi atau ditera. Presisi berarti hasil pengukuran kita mengerucut ke suatu angka tertentu (hasil pengukurannya berkisar di angka2 tertentu).

Dari gambar di atas (gambar bintang menunjukkan hasil dari 1x pengukuran), terlihat ada 4 kemungkinan yang bisa diambil dari hasil pengukuran kita:

  1. akurasi rendah dan presisi rendah
  2. akurasi tinggi dan presisi rendah
  3. akurasi rendah dan presisi tinggi
  4. akurasi tinggi dan presisi tinggi

Berikut contoh dengan Microsoft Excel hasil dari 4 kategori tersebut:

Hasil pengukuran A menghasilkan nilai rata2 yang jauh dari hasil termometer (akurasi rendah) dan dengan nilai deviasi (rentang sebaran angka) yg tinggi (presisi rendah, angka hasil ukur menyebar, tidak mengerucut ke suatu angka). Hasil pengukuran B menghasilkan nilai rata2 yg sangat dekat dengan hasil termometer (akurasi tinggi) namun dengan nilai deviasi yg tinggi (presisi rendah)

Intinya kita mencari hasil pengukuran yg memberikan akurasi tinggi dan juga presisi tinggi, sehingga kita bisa yakin bahwa hasil pengukuran kita sudah benar. Jadi pertanyaannya bukan “berapa kali kita harus mengukur?”, tapi “seberapa percaya kita dengan hasil ukur tersebut?”. Dan tingkat kepercayaan kita atas hasil ukur ditunjukkan dengan akurasi dan presisi yg tinggi.

Jadi nda masalah hanya mengukur sebanyak 5x, sepanjang hasilnya memberikan akurasi dan presisi yg tinggi. Tapi ya nda bisa juga cuma ngukur 1x, karena kalau hanya ngukur 1x ya jadi nda bisa ngukur deviasi (i.e. nda bisa menghasilkan laporan nilai tingkat presisinya) ๐Ÿ˜€

Emang Bayar Pakai Daun?

Tag

, ,

Sudah beberapa bulan ini harga beberapa tanaman hias melonjak tinggi, bahkan sampai puluhan juta. Tapi ternyata pemicu naik harga bukan karena orang tiba2 jadi hobby tanaman, tapi memang ada beberapa jenis yg memang langka lalu ada yg posting dan spt biasa netijen jadi rame ๐Ÿ˜

Saya juga suka tanaman sih, tapi lebih suka yg produktif (bisa menghasilkan buah atau bunga). Ada beberapa koleksi anggrek hasil beli di Chatuchak Market tahun 2007, tapi yg tersisa hanya cattleya putih yg rajin berbunga dan 1 lagi yg akhirnya berbunga lagi (nda tau jenisnya apa).

Kalau tanaman hias daun, istri yang suka. Ada monstera king, aloksia, keris, marble, keladi army, lipstik, dan buanyak lagi jenisnya. Tapi semuanya masih kecil2, karena memang istri ingin merawat dari sejak kecil. Harganya? gratis ๐Ÿคฃ

Kok bisa gratis? soalnya itu milik petani yang memang sengaja saya pinjam tanamannya sampai ada anakannya, lalu anakannya saya ambil dan tanamannya saya kembalikan

Contohnya tanaman lipstik di atas, saat saya terima hanya ada 2 daun. Tapi setelah 2 bulan sekarang sudah jadi 4 lembar daun. Katanya yg ini lumayan mahal, harganya dihitung per daun ๐Ÿ˜‹

Senang aja sih kalau tanaman2 jadi naik kelas gini, setidaknya bisa buat tambahan penghasilan para petani.

Apa Saja Pekerjaan Masa Depan?

Tag

, , ,

Tiap kali mengisi training atau workshop, yang paling sering ditanyakan oleh peserta adalah “apakah yg saya pelajari ini bisa terpakai di dunia kerja?” dan “bagaimana prospek topik ini terkait peluang kerja dan gajinya?”

Kebetulan hari ini mengisi workshop tentang Big Data. Serangkaian dengan RPA (Robotic Process Automation) dan Cybersecurity. Kenapa 3 topik ini yg dibahas di workshop? Karena memang 3 topik ini yang sedang booming dan kedepannya sangat dibutuhkan di dunia kerja.

Diskusi Big Data kali ini hanya berdurasi 1 jam, jadi sangat mepet jika harus hands-on (peserta mengikuti step-by-step materinya). Akhirnya yang bisa diberikan hanya demo, yaitu menjelaskan cara kerja ANN (Artificial Neural Network) dengan menggunakan Microsoft Excel dan Octave-Online.net sampai mendapatkan model yang diinginkan. Kemudian dilanjutkan dengan berbagai platform yang menjual model yang sudah siap pakai, seperti Google Vision dan Microsoft Azure ML, sehingga kita tidak perlu lagi melalui fase training (mengajar machine learning untuk mendapatkan model yg bisa memahami data input) tapi langsung ke fase testing.

Selanjutnya didemokan juga penggunaan Weka untuk memberikan rekomendasi dan membangun Decision Tree dengan menggunakan bmw-browser.arff dan weather-nominal.arff, untuk menggambarkan aplikasi dari machine learning. Baru setelah itu diskusi mengarah ke penggunaan TensorFlow dan Google CoLab untuk membangun aplikasi untuk Sentiment Analysis dengan menggunakan built-in datanya.

Semoga materinya bermanfaat ya ๐Ÿ™‚

Online Training CCNA: Introduction to Networks di Indonesia

Tag

, , , ,

Yuk ikutan online training dan juga ujian sertifikasi CCNA: Introduction to Network. Laboratorium MBC (Multimedia โ€“ BIG Data โ€“ Cybersecurity) di bawahย Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom bekerja sama dengan Cisco Networking Academy (NetAcad) menyelenggarakan training dan ujian sertifikasi CCNA7.

Disclaimer:
CCNA dari Cisco NetAcad berbeda dengan CCNA untuk profesional karena yang ini khusus diberikan untuk siswa/mahasiswa di suatu institusi pendidikan. Training CCNA dari Cisco NetAcad ini terdiri dari 3 level dan training ini mengajarkan Level 1:
Level 1. Introduction to Networks
Level 2. Switching, Routing, and Wireless Essentials
Level 3. Enterprise Networking, Security, and Automation

Meskipun sertifikatnya berasal dari Cisco Networking Academy, namun materinya sangat mirip dengan materi CCNA untuk Profesional yang mencakup 3 level di atas. Jadi bisa dibilang kalau mengikuti training ini, kita sudah menguasai 1/3 dari materi untuk bisa mengikuti ujian sertifikasi CCNA untuk profesional.

Berikut adalah jadwal training batch 1 CCNA: Introduction to Networks:
22-24 Juni: Modules 1-3 Basic Network Connectivity and Communications
29 Juni โ€“ 2 Juli: Modules 4-7 Ethernet Concepts
6-8 Juli: Modules 8-10 Communicating Between Networks
13-15 Juli: Modules 11-13 IP Addressing
20-21 Juli: Modules 14-15 Network Application Communications
22-23 Juli: Modules 16-17 Building and Securing a Small Network

note:
1 modul diberikan dalam 1 hari (slow paced):
sesi 1 (09.00-12.00): sesi dengan panduan instruktur
sesi 2 (13.00-15.00): sesi latihan mandiri

informasi lebih lanjut, bisa melihat di website:
https://honeynet.telkomuniversity.ac.id/training-ccna/

atau via WA (Rahyuni): 08112255799

CCNA Telkom University

Apa itu IT Master Plan (ITMP)? Hal yang Perlu anda ketahui tentang ITMP

Tag

, , , , , ,

contoh desain IT System Architecture

Information Technology Master Plan (ITMP) adalah rencana pengembangan IT pada semua aspek yang dibagi menjadi beberapa milestone, beserta rencana anggaran dan resikonya. ITMP disusun atau diturunkan berdasarkan rencana strategis institusi / perusahaan yang biasa disebut dengan Corporate Strategic Plan (CSP/CSS) atau Rencana Strategis (Renstra).

Selama ini sudah ada beberapa dokumen ITMP yg saya buat dan fokus utamanya pada pengembangan di institusi pendidikan. Mudah2an rangkuman berikut dalam bentuk Question & Answer bisa membantu teman2 di unit IT untuk membangun sendiri ITMP di institusi masing2.

  1. Kenapa lebih baik menyusun sendiri dokumen ITMP?
    Karena yang paling mengenal faktor2 SWOT dan budaya di suatu institusi adalah orang di dalam institusi tersebut. Aspek2 ini lah yg sangat menentukan suatu ITMP bisa dieksekusi oleh seluruh personil karena ada kemauan, jangan sampai kita membuat ITMP tapi hanya menjadi “pajangan” saja
  2. Apakah berbeda jauh antara ITMP di institusi pendidikan dengan perusahaan?
    Iya, bahkan perbedaan bidang usaha pada perusahaan A dengan B akan membuat ITMP bisa berbeda jauh. Perbedaan terletak pada faktor2 internal/eksternal dan budayanya. Struktur dokumen ITMP-nya memang bisa sama, tapi isi kontennya yg bisa jauh berbeda. Jadi jangan main percaya saja dengan konsultan yg hanya main copas isi dokumen ITMP dari tempat lain
  3. Sudah banyak kah institusi pendidikan yang memiliki ITMP?
    Sejauh ini masih sangat sedikit institusi pendidikan yang memiliki ITMP karena unit IT masih memegang konsep IT sebagai Support, mengembangkan IT secara best effort sesuai permintaan user (unit lain). Justru dengan adanya ITMP maka seluruh pengembangan IT menjadi terkendali, jika ada unit lain yg minta pengembangan suatu layanan, IT bisa menjelaskan bahwa sesuai dokumen ITMP layanan tsb baru bisa dideliver di tahun dan bulan sekian karena blablabla (misalnya: ada ketergantungan terhadap sistem lainnya yg harus dideliver terlebih dahulu)
  4. Apakah Dokumen ITMP sifatnya rahasia?
    Iya dan Tidak. Sebagian konten ITMP memang bersifat rahasia, spt misalnya rencana anggaran yg jika diketahui vendor bisa mempengaruhi kebijakan semula. Namun untuk bagian yg bersifat umum (generik), sama spt CSP/Renstra yang diupload di website, maka bagian ITMP ini juga bisa dibuka untuk publik, semata2 untuk menunjukkan keseriusan dan reliabilitas institusi yg komit terhadap IT
  5. Apa saja yang ada di dalam suatu IT Master Plan?
    Bisa bermacam2, tergantung referensi yg digunakan. Tapi minimal ada 4 komponen:
    1. Kondisi snapshot IT saat ini
    2. Kondisi IT di masa depan sesuai CSP/Renstra
    3. Bagaimana caranya institusi berkembang dari kondisi saat ini (no. 1) menjadi kondisi masa depan (no. 2)
    4. Apa saja yang menjadi konsideran dari no.3 (anggaran dan resiko per milestone)
  6. Apa saja referensi yang perlu dipahami untuk bisa menyusun sendiri dokumen ITMP?
    Biasanya saya menggunakan TOGAF sebagai kerangka besarnya, ditambah dengan kerangka COBIT dan TMForum

Jika teman2 dari unit IT di institusi pendidikan ingin berdiskusi terkait ITMP, silahkan saja, free kok ๐Ÿ™‚

Web Server = FreeBSD 11.3 + Apache 2.4 + PHP 7.3 + MySQL 5.7

Tag

, , , ,

It Works! - FreeBSD 11.3 + Apache 2.4 + PHP 7.3 + MySQL 5.7

Web Server berbasis Apache 2.4, PHP 7.3, dan MySQL 3.7 di atas FreeBSD 11.3

Pingin bikin web server dengan Apache 2.4 + PHP 7.3 + MySQL 5.7 di atas FreeBSD 11.3? Tutorial ini membahas kembali cara instalasinya karena ternyata banyak yg berbeda dibandingkan dokumen lama yg pernah saya bikin 15 tahun yg laluย  ๐Ÿ˜€

Minggu lalu anak saya yg kelas 8 dapat tugas bikin website sederhana dengan PHP, nyoba2 semua VM ternyata nda ada yg ready untuk web server. Akhirnya pinjam server production di cloud buat anak bisa nyoba script PHP-nya. Setelah tugasnya selesai, akhirnya malahan saya yg tergoda untuk mencoba membangun web server di VM.

Perjalanan saya mulai dengan mendownload FreeBSD,ย  dilihat2 untuk level production yg tersedia adalah versi 11.3, jadi lah saya download yg versi tersebut. Install di VM VirtualBox,ย  selesai dalam waktu sekitar 8 menit. Setting rc.conf untuk konfigurasi sistem (spt DHCP, SSH Daemon, dan disable Sendmail), maka server sudah siap.

Selanjutnya install Apache untuk bisa menjadi web server.

# cd /usr/ports/www/apache24
# make install clean

Instalasi cukup cepat, hanya sekitar 10 menit. Setelah selesai instalasinya, jangan lupa setting rc.conf dengan menambahkan baris berikut:

apache24_enable=”YES”

Lanjut ke instalasi MySQL untuk bisa menyimpan database.

# cd /usr/ports/databases/mysql57-server
# make install clean

Setelah selesai instalasi (lumayan lebih lama, sekitar 30 menit), jangan lupa setting rc.conf dengan menambahkan baris berikut:

mysql_enable=”YES”

Kalau dulu dg step spt ini semuanya sudah beres, tapi ternyata sekarang ada masalah. Ternyata, entah kenapa, ada password default yg dipasang oleh installer, sehingga saya tidak bisa masuk ke mysql server karena diminta password (padahal saya belum memasukkan password). Browsing2, akhirnya ketemu caranya:

# service mysql-server stop
# mysqld –skip-grant-tables
# mysql -u root
mysql> use mysql;
mysql> update user set authentication_string = password(‘newPassword’) where user=’root’;
mysql> flush privileges;
mysql> exit
# mysqladmin -p password ‘newPassword’

Masalah ini yang lumayan bikin lama, karena mencari website yg tepat lumayan susah. Untung lah ketemu di forum-nya FreeBSD.

Sekarang lanjut ke instalasi PHP.

# cd /usr/ports/lang/php73
# make install clean
# cd /usr/ports/lang/php73-extensions
# make install clean

Instalasi PHP lumayan lama, sekitar 6 jam. Bukan instalasinya sih yg lama, tapi tiap kali mau install, ada dialog yg muncul untuk menunggu pilihan kita [OK] atau mau ada yg diubah modul2 yg ingin diinstall.ย  ๐Ÿ˜€

Setelah selesai instalasi PHP, yg bikin bingung adalah mengaktifkannya di Apache. Dulu setelah selesai install PHP dan Extensions-nya, tinggal inputkan beberapa baris tambahan di httpd.conf langsung beres:

LoadModule php7_module libexec/apache24/libphp7.so
<IfModule dir_module>
DirectoryIndex index.html index.php
</IfModule>
AddType application/x-httpd-php .php
AddType application/x-httpd-php-source .phps

Tapi sekarang metode tsb gagal. Katanya dia tidak mengenal API “php7_module”.ย  ๐Ÿ˜ฆ

Ternyata setelah browsing2 ke FreshPort, ada yg harus saya install lagi

# cd /usr/ports/www/mod_php73
# make install clean

Lanjut ke testing dg script echo:

<html>
<body>
<?php echo “Halo, ini php”; ?>
</body>
</html>

Ternyata script php sudah bisa dijalankan oleh Apache…. yeaaay

Selanjutnya testing PHP ke MySQL. Tapi ini nanti aja, udah kepanjangan buat 1 artikel, nanti dilanjut lagi.

 

Lobster masak saus mentega dan black pepper

Tag

, , ,

Pingin ngerasain lobster masak saus mentega? Ditambah remukan biji lada hitam? Dengan harga murah?

Minggu lalu dikontak teman kerja yg sudah resign dan pulang ke rumah untuk melanjutkan usaha keluarga. Dia menawarkan lobster hasil dari nelayan lokal di delat rumahnya. Awalnya tergiur mendengar kata lobster, apalagi harganya yg murah. Hanya 75rb per kilo ๐Ÿคฉ

Price List Lobster, harga bisa berubah tergantung cuaca yg mempengaruhi hasil tangkapan nelayan

Pesan 1 kilo trus bingung, gimana caranya masak ya? ๐Ÿ˜…

Cari2 di Internet, sptnya mudah.

Pertama2 lobsternya dibersihkan (dibilas air bersih yg banyak, karena masih banyak pasirnya). Trus rebus sebentar dg bawang putih dan garam sampai lobsternya berwarna kemerahan.

Setelah itu bisa dimasak bumbu padang, bumbu singapore, atau saos mentega + black pepper. Saya masak yg saos mentega + black pepper, dan hasilnya luar biasa lezat;

Lobster saos mentega + black pepper

Yuk, sejahterakan petani dan nelayan lokal ๐Ÿ˜

Mengajar Mahasiswa Singapore di Korea

Tag

, ,

Bulan Juli 2019 mendapat kesempatan mengajar di Hanyang University, Korea, dalam program Summer School-nya. Namun, meskipun ngajarnya di Korea, ternyata hanya ada 1 mahasiswi yg asli Korea, itu pun kuliahnya di Singapore. Jadi lokasi ngajar di Korea tapi seperti mengajar di Singaporeย  ๐Ÿ™‚

Ada banyak inovasi yang saya gunakan saat mengajar di Summer School ini, salah satunya adalah menggunakan aplikasi online bernama Socrative. Aplikasi ini membantu untuk mengevaluasi pemahaman mahasiswa dalam bentuk quiz secara online, dan saya gunakan di setiap pertemuan untuk “memaksa” mahasiswa selalu fokus mendengarkan karena di akhir kelas akan ada quiz yg berbobot 40% dari total nilai akhir.

Banyak hal berkesan yang diperoleh selama mengajar 1 bulan di program Summer School tersebut. Dengan mengajar 2 kelas di program tersebut, C++ Programming dan Microprocessor and IoT, meskipun mayoritas mahasiswanya berasal dari kampus yg sama NUS dan NTU, tapi ternyata karakternya lumayan berbeda.

Pada kelas C++ Programming, mahasiswanya ternyata sebagian besar bukan berasal dari engineering, sehingga cukup menantang untuk diskusi topik ini dengan mahasiswa kimia dan farmasi. Sementara ada beberapa yg memang engineering. Sehingga sangat terasa gap-nya, saat mengajar basic sedikit kelamaan, yg engineering protes, tapi saat mulai berlatih dengan membangun database online, yg non-engineering yg protesย  ๐Ÿ˜€

Sementara untuk kelas Microprocessor and IoT, semua peserta berasal dari engineering, sehingga diskusi berjalan dengan lancar, bahkan terkadang terlalu lancar ๐Ÿ˜€

 

Dan ternyata memang terlihat dari hasil feedback mahasiwa, untuk kelas Microprocessor and IoT, sebagian besar merasa sangat puas dengan materi ajarnya, namun sebaliknya untuk kelas C++ Programming, sebagian besar merasa kecewa dengan materi ajarnya ๐Ÿ˜€

Next mudah2an saat mengajar di kelas berikutnya saya bisa lebih mampu menjembatani gap tersebut.

 

Ambil yang Kau Butuhkan, Habiskan yang Kau Ambil

Tag

, ,

Sejak kecil saya sudah nda punya Bapak, jadi otomatis Ibu yang membesarkan saya. Setiap malam, kami dibiasakan untuk makan malam bersama, duduk di meja dan menyantap apa pun makanan yang disajikan, tidak boleh mengeluh. Selain itu, setiap orang di keluarga, harus mengambil sendiri nasi dari tempatnya sesuai porsinya masing-masing, dan wajib menghabiskan sejumlah yang diambil tersebut. Kalau ada yg belum habis, maka seluruh anggota keluarga harus menunggu sampai semua piring makan bersih.

Setelah selesai santap malam, seluruh peralatan makan dibereskan. Ada yang bertugas membersihkan peralatan makan, ada yg bertugas menyimpan lauk yang belum habis di lemari, dan ada yg bertugas membersihkan meja makan. Kemudian ritual dilanjutkan dengan belajar bersama, tetap di meja makan (soalnya cuma ada 1 meja di rumah). Meskipun apa yg dipelajari berbeda2, tapi tetap belajarnya di 1 meja. Dulu ritual ini bisa terjaga, karena belum ada Internet, belum ada gadget, dan acara TV juga membosankan.

Setelah beberapa puluh tahun, saya baru menyadari kalau ada pelajaran bagus yang sebenarnya diajarkan oleh Ibu tentang ritual mengambil nasi ini. Yaitu:

ย Ambil lah sesuai yang kau butuhkan, dan habiskan apa yang telah kau ambil

Nda tau juga berasal dari mana budaya yang Ibu ajarkan ini, mungkin budaya Jawa karena Ibu saya berasal dari Jawa. Tapi budaya ini ternyata membekas dalam sikap saya setelah bekerja. Seperti misalnya setiap kali melaksanakan perjalanan dinas, saya hanya mengambil uang PD (perjalanan dinas), semacam uang saku, sesuai yang saya gunakan selama perjalanan. Sisanya selalu saya kembalikan.

Hanya saja, masalahnya kantor tentunya tidak bisa menerima sisa uang PD tsb, karena tidak ada akun anggaran sebagai penerimaan tersebut. Jadi biasanya uang sisa tsb saya kumpulkan, dan saat ada staf saya yang berulang tahun atau ada syukuran, uang sisa tsb bisa digunakan untuk mentraktir seluruh staf di unit saya.

Sepertinya budaya ini bagus untuk tetap dilestarikan sejak masih kanak2, yaitu dibiasakan bertanggung jawab untuk memilih porsi makan masing2 dan bertanggung jawab untuk menghabiskannya.

Selamat beristirahat ๐Ÿ™‚

Semangat Korea

Tag

, , , ,

gate of kumoh

gerbang masuk Kumoh National Institute of Technology

Seminggu kemarin mendapat kesempatan berkunjung ke KIT, Kumoh National Institute of Technology. di Gumi, Korea Selatan. Kampusnya sangat rapi dipenuhi dengan pohon cherry dan cemara dengan arsitektur bangunannya mirip dengan kampus2 di US, kotak dan desain bata-nya untuk memberi corak khas. Desain gedung-nya pun seperti sudah direncanakan sejak awal, tidak ada kabel listrik dan jaringan yang malang melintang, pendingin dan pemanas sudah terpasang rapi di langit2 ruangan. Mahasiswa pasca juga disediakan perangkat kerja yang sangat bagus dan lengkap.

Sayangnya saya belum sempat melihat festival cherry blossom yg katanya sekitar akhir Maret – awal April. Tapi sudah ada beberapa pohon cherry yg bunganya sudah mekar. Sepertinya memang akan bagus banget kalau seluruh kampus dihiasi dengan bunga cherry.

cherry blossom

bunga cherry yang telah mekar

cherry pathway kumoh

jalan setapak yg dihiasi pohon cherry

Di KIT dikenal istilah Department dan School yang ternyata posisinya setara. School membawahi beberapa major yang masih dalam kelompok keahlian, sementara Department membawahi 1 major saja yg biasanya major baru hasil gabungan dari beberapa major yg telah ada, sehingga jauh lebih fokus (atau mungkin justru melebar?). Sebagai contoh, School of Electronics Engineering membawahi beberapa major, sementara Department of ICT Convergence membawahi 1 major yaitu ICT Convergence, namun bidang keahlian yang dibahas sebenarnya gabungan dari beberapa major, spt biomedic, AI, electronics, robotics, IoT, dll.

School dan Department diketuai oleh seorang Dean (Dekan) yang sepertinya semuanya adalah profesor. Dan yg menarik juga, IO (International Office) juga diketuai oleh seorang Dean. Di sana, Associate Professor juga menggunakan title “Professor” di kartu namanya.

Kebetulan saya berinteraksi dengan School of Electronics Engineering, jadi saya lebih banyak bermain di Digital Building dan Techno Building. Apalagi tujuan saya ke sana adalah untuk mengantar mahasiswa yang mengikuti program student exchange selama 1 semester. Oiya, semesteran di sana ternyata hanya 4 bulan, yaitu Maret-Juni dan September-Desember. Biasanya mereka juga menyelenggarakan Summer School dan Winter School untuk mahasiswa international.

Yang menarik dari para profesor yang saya ajak interaksi adalah mereka sangat ramah dan open minded untuk menerima ide2 dari luar. Bahkan penjual di convenient store dan warung2 makan juga sangat ramah, tersenyum pada customer dan menanyakan apa yg bisa mereka bantu. Berbeda dengan di Singapore yg penjualnya jarang tersenyum dan jika customer bertanya2 mereka malahan jadi cemberut, mungkin inginnya “choose, pay, and next customer please” ajaย  ๐Ÿ™‚

Selain ramah, mereka juga memiliki kesamaan dengan Singapore, yaitu sangat bangga dengan kebangsaannya. Mereka bangga menjadi bangsa Korea, bangga telah berhasil membawa Korea menjadi negara yg kuat ekonomi dan budayanya. Bangga, sehingga mereka hanya mau menggunakan produk buatan Korea.

Bagaimana dengan kita?
Apakah kita sudah bangga menjadi bangsa Indonesia?