Tag

, , , , ,

Serius, meskipun saya sudah menjadi dosen sejak 1999, saya baru belajar cara membuat paper atau karya tulis ilmiah semenjak mengambil kuliah S3. Baru deh kerasa bahwa selama ini melakukan penelitian terasa sia-sia karena nda pernah dipublikasi. Padahal saat membaca beberapa hasil riset, teringat bahwa ide tsb pernah terpikirkan oleh saya beberapa tahun sebelumnya. Tapi ya gara-gara nda pernah publikasi ya udah deh, diambil ide-nya oleh orang lain.

Yuk kita belajar bersama cara menulis yang baik dan benar 🙂

Sebelum menulis paper tentunya kita harus melakukan penelitian. Untuk melakukan penelitian, ada 3 komponen yang harus dijawab:

  1. apa yang anda anggap sebagai problem sehingga anda ingin dilakukan penelitian?
  2. solusi apa yang ingin anda tawarkan untuk menjawab problem tersebut?
  3. apa metode yang anda gunakan untuk membuktikan solusi tersebut?

Coba kita ambil suatu contoh.

Sebuah motor dgn tenaga batere memiliki kekuatan untuk dapat mengangkat beban 100 gram (termasuk berat motor dan batere). Jika motor tsb ingin digunakan untuk mesin helikopter RC (remote control), sementara helikopter memiliki berat 150 gram, maka motor tersebut tidak akan kuat untuk mengangkat helikopter. Jadi harus ada suatu cara agar motor tsb bisa mengangkat beban 150 gram. Untuk mengatasi hal ini, kita bisa menggunakan batere yang lebih kecil sehingga total beban menjadi lebih ringan sehingga helikopter bisa diangkat oleh motor.

Dari cerita di atas:

  1. problem: motor tidak cukup kuat untuk mengangkat helikopter RC
  2. solusi: menggunakan batere dg ukuran lebih kecil = lebih ringan
  3. metode pembuktian: menerbangkat helikopter dengan batere yg berukuran kecil

Segini dulu, ntar disambung lagi ya….